Monday, May 30, 2011

BELIEBER

JUSTIN BIEBER FOREVER!!!
IM A BELIEBER AND I'M  PROUD OF IT!


@JUSTINBIEBER

Bieber Story

Part 11

keesokan paginya pukul 07.00 dokter dan suster memasuki kamar dimana Sheila dirawat, pada saat dokter dan suster masuk Dave langsung terbangun dari tidurnya.
Doctor: “morning dave..”
Dave: “morning doctor..”
Doctor: “okey saya mau periksa Sheila sebentar ya”
Dave: “oh okay silahkan doctor..”
Sheila langsung terbangun pada saat mendengar dokter berbicara.
Doctor: “oh Sheila ternyata sudah bangun, ayo diperiksa dulu yaa..”
Sheila: “okay aku yakin aku udah sehat dan udah boleh pulang, karena aku udah gak nyaman disini aku kangen kamarku”
Doctor: “hahaha *ketawa kecil* okey sekarang saya periksa dulu yaa”
Akhirnya dokter memeriksa keadaan Sheila dan hasilnya memang sangat memuaskan.
Doctor: “okey sepertinya keadaan Sheila sudah stabil, ini benar-benar diluar jangakauan pikiran saya, karena biasa nya waktu pemulihan membutuhkan waktu yang agak lama, tapi Sheila cukup kuat jadi dia bisa pulang siang hari ini.”
Sheila: “hah? Yang bener dokter?” *dengan wajah yang sangat gembira*
Dave: “hah? Yang bener?” *dengan wajah kaget dan gembira*
Doctor: “iya kamu boleh pulang siang hari ini”
Dave: “thank you doctor”
Suster: “oia sekedar mengingatkan biaya perawatannya sudah lunas karena kemarin dave sudah membayarnya”
Dave: “okey makasi ya suster”
Doctor: “okay dave sheila, saya tinggal yaa”
Dave: “okay doctor and nurse thank you very much!”

Dokter dan suster pun meninggalkan mereka…
Sheila: “dave…”
Dave: “why sheila?”
Sheila: “kamu yang bayar biaya rumah sakit ini? Semuanya?”
Dave: “iyaa, aku gak merasa direpotin ko. I’ll do anything for you because I love you as my bestfriend” *dengan senyumannya*
Sheila: “aww I love you too!!” *sambil meluk dave*
Dave: “okey aku beresin dulu barangbarang kamu ya?”
Sheila: “iyaa, thank you”
Pada saat dave sedang membantu sheila untuk membereskan barang-barangnya suster masuk untuk memberikan sarapan dan obat untuk sheila. Dave langsung mengambil makanan dan obat tersebut dan menaruhnya di meja dekat sheila.
Sheila: “dave aku gak mau makan! Makanannya gak enak, aku mau makanan yang dirumahku. Aku kangen masakan bi emma”
Dave: “tapi kalo kamu gak makan nanti kamu gak boleh pulang” *dave menggurau*
Sheila: “hah? Kalo gak makan aku gaboleh pulang?” *dengan mudahnya sheila percaya*
Dave: “iya, kamu harus makan ya! Aku suapin” *sambil senyum kearah sheila*
Sheila: “okeey”
Dave pun menyuapi sheila, sheila makan dengan sangat lahap walaupun rasa makanan itu tidak seenak masakan bi emma. Sheila benar-benar mempercayai omongan dave, dan sheila memakan makanannya sampai habis.
Dave: “wah, ko gak biasanya ya kamu makan sampai habis kaya gini?”
Sheila: “kalo gak habis nanti aku gak boleh pulang, aku kan kangen sama rumah” *ngomong sambil nguyah*
Dave: “hahaha aku hanya bercanda soal itu” *sambil tertawa kecil
Sheila: “hah? Jadi?” *dengan wajah kaget*
Dave: “hahahaha iya yaudahlah kamu minum dulu ya” *sambil ngasih minuman ke sheila*
Sheila: *meminum minumannya* “oke mana obatnya?”
Dave: “ini” *sambil ngasih ke sheila*
Sheila: *meminum obatnya* “jadi maksud kamu apa?”
Dave: “hahaha kalo kamu gak habisin makanan ini juga kamu tetep boleh pulang ko, yang penting kamu makan dan minum obatnya”
Sheila: “aaaaaaaaaaaaaaaaaaa dave kamuuuuuuuuuuu” *sambil ngelitikin dave* “aku kan jadi kekenyangan”
Dave: “hahaha aku kan hanya bercanda” *ketawa ngakak* “yaudah kamu istirahat ya sebentar lagi kita pulang, aku mau keluar dulu aku mau cari makan diluar”
Sheila: “okeey, jangan lamalama ya dave”
Dave: “okay byeee”
Sheila: “byeeee….”
Dave pun keluar dari kamar sheila dan pergi ke McD yang ada didepan rumah sakit.

Sheila memegangi perutnya yang kekenyangan, tibatiba handphone nya berdering “there’s gonna be one less lonely girl… one less lonely girl..” suara hp nya berdering.
Sheila langsung mengambil hp nya dan melihat “Kenny” yang menelfonnya…
Sheila merasa bimbang pada saat itu, dia benar-benar sudah merasa kecewa sama Justin sehingga rasa kecewanya tertular keorang yang dekat dengan justin, tapi gakada seorang pun yang tau tentang perasaan kecewanya tersebut, hanya bi emma yang tau. Akhirnya sheila pun mengangkat telfon tersebut dengan berat hati.
Sheila: “hello…” *dengan suara datar*
Kenny: “hey sheila, how are you?”
Sheila: “I’m good enough, why you call me?”
Kenny: “wow, you sounds like angry with me?”
Sheila: “no I’m not”
Kenny: “haha okay sheila, aku hanya ingin ngasih tau kabar kalo Justin baik-baik aja disini dan dia kangen sama kamu”
Sheila: “hhhmmm yeah okaaay”
Kenny: “hah? Just that? You don’t missed him?”
Sheila: “hahaha I don’t know, okay Kenny thanks for calling me I’m so busy byeeee”
Sheila langsung menutup telfonnya tanpa menunggu Kenny membalas omongannya, sheila benar-benar sudah tidak mau lagi berhubungan sama segala sesuatu yang menyangkut dengan Justin Bieber.
Sheila pun kembali termenung memikirkan betapa jahatnya Justin, meninggalkannya hanya karena bertemu dengan wanita baru. Air mata sheila pun menetes… tapi sheila sadar kalo dia harus move on, mungkin Justin memang bukan untuknya, karena sebenarnya sheila memang hanya seorang fans dari Justin Bieber jadi sheila merasa dia gak punya hak untuk mengikut campuri urusan hidup Justin. *poor sheila* :’(

Setelah dave selesai menyantap BigMac nya, dave pun membelikan sheila McFlurry rasa coklat. Dibawalah McFlurry itu menuju kamar sheila…
Dave pun sampai dirumah sakit dan dia langsung menuju kamar sheila, pada saat Dave membuka pintu kamarnya, dave kaget karena melihat sheila yang sedang menangis, dave pun langsung mendekati sheila dan menaruh McFlurry nya dimeja dekat sheila.
Dave: “hey sheila what happened to you? Why you crying?”
Sheila: *melihat wajah dave dengan wajah marah karena sheila melihat sosok dave itu sama seperti melihat sosok Justin, pandangan sheila menjadi kabur jadi sheila mengira kalo dave itu Justin* “ JUST GO AWAY!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” *sambil menutup mukanya*
Dave: “what? Hey sheila it’s me dave!!”
Sheila: *langsung membuka matanya* “dave?” *dengan suara pelan*
Dave: “yeah it’s me!!! Come here let me hug you!” *sambil meluk sheila*
Sheila: “please help me to forget about him!” *sambil meluk dave*
Dave: “him? Who’s him?”
Sheila: “pokoknya Bantu aku!!!”
Dave: “oh okay..okay, aku bawain kamu McFlurry, kamu mau?”
Sheila: “manamana?” *sambil ngelepasin pelukannya*
Dave: “ini.. rasa coklat” *sambil ngasih*
Sheila: “kok kamu tau aku suka McFlurry rasa coklat?”
Dave: “hhhmmm aku gatau hanya nebak haha”
Sheila: “hahaha you are the best btw thank you” *sambil makan McFlurry nya

Sheila dan Dave pun bercanda sambil memakan McFlurry itu berdua, mereka terlihat sangat bahagia sekali walaupun dari wajah sheila terpancar sekali seperti ada masalah yang dipendam tetapi sheila mencoba menutupi nya dengan tetap tersenyum dan tertawa bersama dave. Sheila merasa beruntung sekali karena dia bisa menemukan sahabat baik seperti dave.

Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 siang, dave dan sheila sudah siap untuk keluar dari rumah sakit itu, sheila gak bawa barang apaapa, karena dia masuk rumah sakit itu memang hanya membawa handphone saja.
Dave pun membantu sheila berjalan dengan merangkul pundaknya, sebenarnya sheila sudah benar-benar tidak apaapa tapi dave masih agak takut aja.
Sheila pun bertanya-tanya dimana sepeda nya…
Sheila: “dave sepeda ku dimana? Aku mau pulang naik sepeda aja”
Dave: “sepeda mu ada dirumahku, kamu kerumahku dulu ya”
Sheila: “tapi…..”
Dave: “ssshhh…. Udah ikut aku!”

Dave mengajak sheila ke parkiran mobil dan disana sudah terpakir mobil Range Rover berwarna hitam (sama seperti punya Justin). Dave pun membukakan pintu untuk sheila…
Dave: “ayo sheila masuk!”
Sheila: “ini mobil mu?”
Dave: “iya ayo cepet naik, udaranya panas banget ayo masuk”
Sheila: “oke” *sambil masuk ke mobil*
Dave pun masuk juga kedalam mobil. Didalam mobil sepanjang perjalanan sheila hanya diam terbengong-bengong memikirkan karena dia ada didalam mobil Range Rover. Dia merasa sangat heran sama Dave, karena dave itu mirip sama Justin dan apa yang Justin punya, dave juga punya. Sheila mulai curiga jangan-jangan dave adalah BelieberBoy.
Lamunan sheila pun terpecah karena dave mengajaknya bicara…
Dave: “hey, kamu kenapa bengong terus?”
Sheila: “hah, ngga kenapanapa, Cuma gak sabar aja mau cepetcepet sampai rumah”
Dave: “haha okay, untung sebentar lagi sampai”
Sheila: “loh ko lewat sini? Kamu tau rumahku?”
Dave: “rumahmu? Aku ngga tau, rumahku memang dikompleks ini”
Sheila: “hah? Kita satu kompleks dong?”
omongan sheila pun tidak dijawab karena sudah sampai didepan rumah dave...
Dave: “okey sheila sudah sampai” *mobilnya berhenti didepan rumah dave*
Dave pun turun duluan dan membukakan pintu mobilnya untuk sheila… sheila pun turun dengan wajah yang kaget… rumah dave sangat besaaaaar sekali, lebih besar dari rumah Justin dan ternyata rumah dave dengan rumahnya hanya bersebelahan gang saja.
Sheila: “jadi ini rumahmu?”
Dave: “iyaa… ayo masuk!”
Sheila: “ah? Okay…”

Dave dan sheila pun memasuki rumah dave, pada saat sheila masuk. Semua pertanyaan-pertanyaan yang ada diotak sheila mengenai dave itu adalah belieberboy atau bukan semuanya terbukti…
Pada saat pintu rumah dibuka sheila sudah disambut dengan lagu Justin Bieber – One Time dan disetiap meja pasti selalu ada majalah yang bercover Justin Bieber. Sheila sampai tercengang pada saat itu. Dave pun merasa malu dan langsung lari kearah radio LCD nya dan mematikan musik tersebut dan membereskan majalahmajalah yang berserakan dimeja. Karena sheila kaget dengan semua itu sheila langsung menanyakan hal itu kepada dave tanpa basa-basi.
Sheila: “hey dave aku gak percaya, aku masuk kerumahmu dan musiknya adalah one time, kamu punya adik perempuan ya dan dia adalah seorang belieber? Atau kamu belieberboy?”
Dave: “lagulagu justin bieber memang selalu terpasang dirumahku 24jam non-stop, kecuali kalau ada tamu baru aku mematikannya, dan aku tidak punya adik, aku anak tunggal, hhhmmm yeah aku BelieberBoy” *dave menjelaskan dengan perasaan yang agak malu*
Sheila: “OH MY GOSH” *sheila speechless*
Dave: “hahaha, but we’re still best friend right?”
Sheila: “HAH? Of course yes! I just can’t believe hahaha”
Dave: “hahaha okay, kamu belieber juga kan?”
Sheila: “hah? Hhhmmm yea” *sheila menjawab dengan wajah sedikit jutek*
Dave: “hahaha okaaay we’re Team Bieber!!”
Sheila: “hahahahaha yesyesyes” *dengan muka males*

Dave pun mengajak sheila kebelakang rumahnya, mereka duduk-duduk dipinggir kolam renang dan sesekali bercanda dengan mencipratkan air satu sama lain.

Gak kerasa udah jam 4 sore, sheila pun ingin segera pulang karena udah kangen banget sama rumah.
Sheila: “dave aku mau pulang”
Dave: “oh okay, ayo aku anterin ya”
Sheila: “hah? Kamu mau anterin aku? Okay!! Oia sepeda kuu!!”
Dave: “okay ayo kamu naik sepeda, aku naik skate board ku!”
Sheila: “ah? Okaay!!” *sheila wondering lagi soalnya dave benerbener sama kaya Justin

Dave pun nganterin sheila ngambil sepeda nya di garasi rumahnya.. sekalian dave juga mau mengambil skate board nya..
Sheila dan dave keluar melalui garasi rumah dave… sheila mengendarai sepedanya dan dave mengendarai skate board nya dengan santai.
Akhirnya sampai didepan rumah sheila, sheila pun mengajak dave untuk mampir dulu kerumahnya…
Sheila: “dave kamu mau masuk dulu? Aku kenalin ke orang tua ku ya?”
Dave: “um I really want it but sorry I can’t soalnya aku harus beresberes rumah, orang tua ku akan pulang jam 6 sore nanti”
Sheila: “hhmm okay, byeeeee hati-hati yaa”
Dave: “okay byeeee sheilaa…” *sambil meletakkan skate board nya ditanah

Sebelum dave pergi tiba-tiba ibu nya sheila keluar dari rumah dan melihat sheila yang sedang ngobrol sama dave. Ibunya sheila langsung memanggil sheila…
Ghina: “hey princess, finally you come home! Who’s that boy?” *sambil teriak*
Sheila: “oh it’s Dave mom!” *sambil teriak juga*
Ghina: “ah dave? okay, ajak masuk dulu ya honey” *dengan suara lembut
Sheila: “okay mom” *sambil ngelirik kearah dave* “ayolah dave, kamu masuk dulu ya, my mom want to know you!”
Dave: “hhhmm okay apa boleh buat come on!”

Sheila dan dave pun masuk kerumah sheila melalui garasi rumah sheila, karena sheila juga sekalian menaruh sepedanya disana…
Pada saat sheila sudah masuk ke rumah, ayah sheila yang sedang berjalan menuju sofa melihat sheila masuk ke rumah dan ayahnya pun menghampirinya…
George: “aw princess you are home! I missed you so much honey!” *sambil meluk sheila
Sheila: “I miss you too daddy!!!”
George: “wait.. wait.. I think I know who’s this guy!”
Sheila: “who’s him? Hahaha guess it!”
George: “I know you are Dave from Aaron family!” *sambil ngeliat kearah dave
Dave: “yeah you’re right, you are uncle George right?”
George: “yeah, hahaha how’s you daddy? kita udah lama gak ketemu semenjak reuni SMA 2 tahun lalu”
Dave: “my father is fine uncle but he’s so busy”
Sheila heran melihat ayahnya dan dave sangat akrab. Akhirnya sheila pun menanyakannya…
Sheila: “daddy, where did you know him?”
George: “dia anak temen daddy, dan daddy dulu sering banget main kerumahnya waktu rumahnya masih di sebelah gang rumah kita” *sambil nepuk pundak dave*
Sheila: “tapi dave memang tinggal disitu ko” *dengan wajah heran*
George: “loh dave bukannya kamu dan keluargamu pindah ke London?”
Dave: “iya 2 tahun lalu kita memang pindah ke London tapi kita semua kembali lagi ke Atlanta karena suasananya lebih enak disini”
George: “oh kalo gitu uncle bisa main kerumah mu lagi ya bertemu dengan ayahmu”
Dave: “of course yes” *dengan wajah ceria*

Tibatiba ibunya sheila menghampiri mereka yang sedang berbicara dan membawakan berita bagus…
Ghina: “heey guys! I have a great news! Btw hey dave, how are you?”
Dave: “I’m good aunt, what about you?” *sambil tersenyum*
Ghina: “aw me too! Okay sheila tadi gurumu nelfon kerumah kalau kamu mendapatkan nilai tertinggi pada ujian matematika kemarin. Mom and dad punya kejutan buat kamu”
Sheila: “hah aku dapat nilai tertinggi di matematika? OMG I CAN’T BELIEVE!!” *dengan wajah kaget sambil terharu* “apa hadiahnya mom?”
Ghina: “kita sekeluarga akan liburan ke Los Angeles selama 2 minggu, tapiiiiiiii….”
Sheila: “tapi apa?”
Ghina: “tapi mom mesen tiketnya kelebihan satu”
Sheila: “emangnya mom pesen berapa tiket?”
Ghina: “mom pesen 4 tiket”
George: “gimana kalo satu tiket lagi untuk dave?”
Sheila: “NAAAAH THAT’S A GOOD IDEA DADDY”
Ghina: “nah!! Okaaay that’s good! Kamu mau kan pergi sama kami dave?”
Dave: “ah? Hhmm I don’t know hehehe” *sambil flip-in rambutnya*
George: “ayolah dave, kamu nanti yang nemenin sheila jalan-jalan disana, I’ll call your father to give you a permission”
Ghina: “yeah that’s right dave!”
Sheila: “ayolah dave ayoooo kamu ikut aja, kamu nanti yang temenin aku” *sambil megang tangan dave*
Dave: “um okay, aku ikut tapi uncle george bener ya telfonin daddy ku?”
George: “okay I’ll call him now!!”

Ayah Sheila pergi ke kamarnya untuk mengambil handphone nya dan menelfon ayah Dave pada saat itu juga, dan ayah dave pun mengizinkan karena ayah dave dan ayah Sheila sudah bersahabat sejak lama dan sebenarnya mereka ingin mengenalkan anak mereka satu sama lain sejak lama, cuma dave keburu pindah ke London. Tapi akhirnya mereka sekarang bisa jadi sahabat.

Pada saat George selesai menelfon ayahnya dave, george langsung menghampiri Sheila dan dave yang sedang duduk disofa depan tv.
George: “dave, ayahmu mengizinkanmu untuk pergi dengan kita!” *dengan senyum lebar*
Dave: “hah? Yang bener uncle?”
Sheila: “are you sure dad?”
George: “of course YESS!!!”
Sheila: “OMG I’M SOOOOOOOOOOO HAPPY THANK YOU DADDY” *lari dan meluk ayahnya
Dave: “wow thank you very much uncle for everything!” *dengan nada kesenengan*
George: “hahaha gak apaapa dave, kamu sudah uncle anggap anak sendiri!”
Dave: “wow thank you” *sambil tersenyum
TO BE CONTINUED..

Bieber Story

Part 10

Sheila benerbener lemes pada saat ngeliat foto Justin dan Selena yang lagi makan ice cream berdua dibawah pohon, dia mau nangis juga udah gabisa soalnya air matanya udah abis akhirnya Sheila langsung terkulai jatuh didepan macbook nya dan tangannya menyenggol gelas yang ada disamping macbooknya sehingga gelas itu terjatuh dan pecah.
Bi Emma mendengar ada suatu barang yang pecah dan suara itu berasal dari atas, bi emma langsung cepetcepet ngecek keatas dan pada saat bi emma ngebuka pintu kamar Sheila, bi emma kaget banget soalnya Sheila posisi tidurnya kepalanya hambir menyentuh lantai dan tangannya Sheila pun berdarah karena kena cipratan kaca gelas yang pecah. Bi emma udah yakin kalo Sheila itu pingsan soalnya dia sendiri tau kalo Justin dan Selena itu fotonya udah tersebar karena berita itu sampe masuk TV.

Bi emma langsung mindahin posisi Sheila dan langsung turun kebawah untung ngebawain Sheila minuman dengan gelas yang baru + kotak P3K. Pada saat bi emma masuk ke kamar Sheila lagi, Sheila masih tertidur. Sheila memang terlihat sangat lemah sekali pada saat itu, wajahnya pucat sekali. Bi Emma pun langsung membersihkan luka yang ada ditangan sheila dan memerbannya.

Akhirnya setelah beberapa menit bi emma nungguin Sheila untuk sadar Sheila pun sadar pada saat sadar Sheila langsung nangis kenceng banget dan langsung meluk bi emma sekencang-kencangnya.
Sheila nangis sampe terseguk-seguk, Sheila ga bicara apaapa karena dia benerbener udah gak kuat lagi untuk bicara yang bisa dia lakukan hanyalah menangis.
Bi Emma: “non Sheila? Kenapa nangis non? Kangen sama nyonya dan tuan?”
Sheila: *hanya nangis sesegukan*
Bi Emma: “non jangan nangis sampe kaya gini dong non, bibi juga ikut sedih kalo non sampe gamau makan, sampe gamau keluar kamar kaya gini”
Sheila: “JUSTIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN” *sambil teriak dan nangisnya makin keras*
Bi Emma: “Justin kenapa non?” *dengan nada kaget*
Sheila: “Justin ninggalin aku dan dia selingkuh”
Bi Emma: “selingkuh sama selena?”
Sheila: “ko bibi tau?”
Bi Emma: “beritanya tadi masuk ke TV ko non, mereka makan ice cream dibawah pohon kan?”
Sheila: “iyaaaaaaa bibi huaaaaaaa” *tangisannya semakin meledak
Bi Emma: “udah non, udah! Non jangan nangisin orang yang sama sekali gak mikirin non saat ini, kalo Justin tau non nangis garagara dia nanti dia malah besar kepala non! Dia malah seneng!”
Sheila: “nggak! Justin gak kaya gitu! Aku tau dia!”
Bi Emma: “tapi emang kenyataan nya kaya gitu non! Sebenernya dari pertama bibi tau kalo non sama Justin punya hubunga khusus, perasaan bibi udah gak enak.”
Sheila: “maksud bibi?” *sambil ngelap air mata*
Bi emma: “iya non, bibi punya perasaan kalo non itu akhirnya akan sakit hati dan hancur, sekarang bener semua itu jadi kenyataan”
Sheila: “kenapa bibi gak bilang dari dulu sama aku?”
Bi emma: “karena bibi gak mau kalo non bilang bibi suka ikut campur urusan non makanya bibi terpaksa diam”
Sheila: “yah bibi sekarang aku udah terlanjur hancur jadinya gimana dong-_-”
Bi emma: “non harus bisa ngelupain dia, bibi tau itu semua susah tapi non jangan terpaku sama dia, non sadar ga kalo non itu cantik jadi non bisa nemuin cowo yang lebih daripada Justin!”
Sheila: “NGGA! JUSTIN ITU SEMPURNA” *sambil teriak dengan air mata yang berlinang lagi*
Bi Emma: “tapi non…”
Sheila: “udah bibi keluar aja aku butuh waktu sendiri, aku laper ambilin makanan dong bi!”
Setelah Sheila berbicara seperti itu ke bi emma, bi emma langsung turun kebawah dan mengambilkan Sheila makanan, setelah diambilin dan dianterin kekamar Sheila, bi emma langsung keluar kamar Sheila dengan perasaan yang sangat sedih karena bi emma bisa ngerasain apa yang sedang dirasakan sama Sheila sehingga ia menjadi ikut sedih.

Seketika Sheila langsung menyantap makanan nya sampai piringnya benarbenar bersih tanpa ada sisa makanan, setelah selesai makan Sheila langsung menenangkan dirinya berendam di bathup nya yang penuh dengan busabusa berwarna ungu.

Setelah selesai mandi Sheila mempunyai rencana untuk pergi jalanjalan ketaman naik sepeda. Akhirnya Sheila pergi ketaman dengan menggunakan T-Shirt berwarna ungu putih dan celana jeans selutut.
Sheila pun mengeluarkan sepeda ungu nya dari garasi rumahnya dengan perasaan yang masih sangat sedih, Sheila pun berjalan menuju taman sambil melewati rumah Justin tetapi rumah itu sudah berubah, semuanya terlihat sangat hampa dan ada tulisan “FOR SALE”. Seketika air mata Sheila jatuh dari kelopak matanya, dia tidak kuat menahan semuanya, bayangan tentang Sheila dianter pulang sama Justin, main air sama Justin, larilarian sama Justin, sarapan bareng Justin, berantem sama Justin karena salah paham sama cody, Justin menyanyikannya lagu Favorite Girl, berantem karena Caitlin bahkan ciuman pertama Sheila dengan Justin waktu dirumah Justin. Semua itu masih ada dalam benak Sheila, dan sangat susah untuk dilupakan.

Sesampai Sheila ditaman, Sheila langsung meletakkan sepedanya didepan ayunan dan Sheila pun duduk diayunan tersebut tanpa mengayunnya. Dia hanya diam termenung memikirkan kenangan-kenangannya bersama Justin. Sheila merasa sangat sedih pada saat melihat ada sepasang kekasih jalan melewatinya sambil bergandengan, ada juga yang sambil boncengan disepeda. Pandangan Sheila pun tertuju pada satu tujuan yaitu perosotan, Sheila memperhatikan setiap anak yang menaiki perosotan tersebut, karena perosotan itu sangat besar dan panjang jadi yang menaikinya pun bukan hanya anakanak melainkan remaja seumuran Sheila pun ikut memainkannya. Pada saat Sheila sedang memperhatikan setiap anak yang menaiki perosotan tersebut Sheila melihat ada Justin yang sedang berdiri dibawah perosotan tersebut sambil melambaikan tangan kearah Sheila dan Sheila pun melihat kalo kayu pada perosotan tersebut retak dan hampir patah, Sheila pun langsung berlari kearah Justin dan memeluknya dan pada saat itu juga kayu pada perosotan itu patah dan meniban badan Sheila. Sheila pun terjatuh dan pingsan.

Sheila pun langsung dibawa kerumah sakit karena punggungnya cidera akibat ketiban kayu yang besar. Pada saat Sheila sedang diperiksa oleh dokter, cowo yang dikira Sheila itu Justin sangatsangat panik, dia merasa bersalah sekali sama Sheila karena kalo Sheila tidak memeluknya pasti Sheila tidak akan tertiban oleh kayu tersebut.

Dokter pun keluar dan memberi tahu cowo tersebut kalo tulang punggung Sheila agak sedikit retak tetapi Sheila sudah sadar pada saat itu. Cowo tersebut memutuskan untuk menemui Sheila dan masuk kedalam kamar dimana Sheila dirawat. Pada saat cowo itu masuk, Sheila sangat amat kaget karena yang dilihatnnya bukan Justin melainkan cowo yang sama sekali dia tidak kenal…
Sheila: “who are you? Where’s justin?”
Dave: “I’m Dave, what your name?”
Sheila: “I’m Sheila, where’s Justin?”
Dave: “Justin? Who? You mean Justin Bieber?”
Sheila: “yes!”
Dave: “hey disini gak ada Justin Bieber, kamu mimpi?”
Sheila: “tapi aku liat dia tadi ditaman, dia hampir kejatuhan kayu perosotan dan aku memeluknya karena bermaksud untuk menyelamatkannya! Sekarang mana dia?” *dengan wajah dan suara yang panik*
Dave: “itu semua aku…”
Sheila: “maksud kamu?”
Dave: “cowo yang kamu fikir Justin dan yang kamu selamatkan itu adalah aku, dan aku merasa bersalah atas semua ini, coba kalau kamu nggak menyelamatkan aku, gamungkin kamu ada dirumah sakit ini”
Sheila: “ja-ja-ja-jadi yang ada dibawah prosotan itu bukan Justin?” *dengan mata yang mulai berkaca-kaca*
Dave: “yaa itu aku…”
Sheila: “jadi semua itu hanya bayangannya” *sambil menangis*
Dave sangat bingung apa yang harus dia lakukan pada saat itu akhirnya Dave pun memeluk Sheila dengan sangat erat, begitupun Sheila, Sheila memeluk Dave dengan sangat erat sambil menangis dipundak Dave.
Dave pun melepas pelukannya…
Dave: “gimana? Jauh lebih tenang setelah menangis?”
Sheila: “iyaaaa…” *masih sedikit menangis*
Dave: “don’t cry again girl! You better save your tears for someone in need” *sambil ngelap air mata Sheila*
Sheila: “what? You are so nice to me” *sambil tersenyum*
Dave: “yeah a boy who can’t be nice with a girl is not called BOY but GAY”
Sheila: “haha you are so funny” *sambil tertawa kecil*
Dave: “haha okay, aku pikir kamu harus banyak istirahat, aku tinggal kamu sebentar ya aku mau cari makanan”
Sheila: “TUNGGUUUUUU!!!!!!!” *sambil mencoba bangun dari tidurnya* “AAAAAAAAWWWWWW PUNGGUNGKU SAKIT” *sheila pun berteriak*
Dave: *berlari menghampiri sheila* aku kan sudah bilang kamu istirahat aja dulu”
Sheila: “please tell me what happen to me!!”
Dave: “tulang punggung mu retak dan akan dioprasi nanti pukul 08.00 malam”
Sheila: “WHAT? OPRASI? Aku gak mauuuuuu” *dengan wajah ketakutan*
Dave: “atau kamu mau aku telfon orang tua mu untuk menemani”
Sheila: “JANGAN! Aku gak mau ngebuat mereka semua panik, tapi aku gak punya cukup uang untuk ngebayar semua biaya rumah sakit ini”
Dave: “tenang semuanya aku yang bayar, karena ini semua salahku”
Sheila: “tapi… tapi…”
Dave: “ssshhhh udah kamu gausah merasa merepotkan karena itu semua sama sekali tidak”
Sheila: “are you sure?”
Dave: “yes I’m sure, dan aku yang akan menemani mu selama oprasi berjalan”
Sheila: “okay thank you” *sambil tersenyum*

Dave pun akhirnya pergi meninggalkan Sheila karena dia ingin mencari makanan keluar.
Sheila pun menunggu dave dengan perasaan takut karena dia tau dia akan dioprasi sebentar lagi. Tibatiba dokter dan suster masuk kedalam kamar Sheila…
Doctor: “miss sheila sudah siap untuk oprasi?”
Sheila: “heck no! where’s dave?”
Nurse: “he’s going to the canteen to buy some food for you”
Sheila: “please jangan oprasi aku dulu sebelum dave kembali!”

Dave pun kembali kedalam kamar Sheila dengan membawa beberapa makanan dan minuman. Sheila pun langsung terlihat agak sedikit ceria begitu dave datang…
Sheila: “dave aku siap untuk oprasi asalkan kamu menemani aku sampai oprasinya selesai! Kamu gaboleh pergi kamu harus disamping aku!”
Dave: “aku mau tapi apakah dokter mengizinkan?”
Sheila: “please doctor! I need him to always by my side”
Doctor: “okay saya mengizinkannya disini untuk menemani kamu selama oprasi”
Wajah Sheila pun langsung terlihat sangat bahagia dan pada saat itu rasa takut untuk dioprasi nya sudah sedikit menghilang.
Doctor dan Suster pun membawa Sheila kedalam ruangan oprasi dan dave hanya mengikutinya dari belakang. Pada saat oprasi sudah mau dimulai Sheila sempat bercerita sedikit kepada dave tentang apa yang sedang dia rasakan sekarang.
Sheila: “dave kalo oprasi nya gagal dan aku gabisa terselamatkan, kamu tolong pegang hp ku yang ada dimeja itu ya *sambil nunjuk kearah meja* dan kamu cari nomer hp yang kontak namanya bernama “HOME” itu nomor telfon rumah ku dan tolong hubungi mereka kalo aku sudah ngga ada”
Dave: “what are you saying Sheila? Kamu akan selamat! Aku yakin oprasi nya akan berhasil! Perjalanan mu masih panjang! Optimis dong”
Sheila: “tapi hidupku sudah benarbenar gaada gunanya” *sambil menangis*
Dave: “tidak berarti? Banyak orang yang ingin mempunyai hidup yang lebih panjang kenapa kamu malah ingin menyianyiakannya?” *dengan suara tegas*
Obrolan mereka pun seketika terputus karena dokter dan beberapa suster sudah memasuki ruangan oprasi dan Sheila pun harus sudah siap untuk dioprasi.
Wajah Sheila pun berubah menjadi takut kembali, tetapi dave langsung memegang erat tangan Sheila dan berbisik ke teling Sheila “I’ll be standing right next to you until this surgery is done! Just hold my hand!” Sheila pun merasa tenang, jarum bius pun sudah disuntikkan ke Sheila dan oprasi pun dimulai…………

Setelah hampir 1 setengah jam Sheila dioprasi semuanya pun selesai. Dokter dan para suster sudah mengerahkan semua tenaga mereka pada oprasi Sheila, dan hasilnya pun Sheila selamat.
Sheila masih tertidur karena obat bius nya masih berjalan dan dave hanya bisa menatap wajah Sheila yang sangat pucat dan masih memegangi tangan Sheila, karena dave benar-benar tidak tega untuk melepaskannya. Dave merasa Sheila seperti anak yang benar-benar putus asa dan dave merasa dia harus mengetahui apa penyebabnya.
Dave pun tertidur disamping Sheila dan selama kurang lebih 1 jam Sheila langsung terbangun dari tidur nya, dia merasa masih agak sedikit pusing dikepalanya dan dia melihat kearah sebelah kanannya ternyata Dave sedang tertidur sambil memegangi tangannya. Sheila pun membangunkan dave dengan menggoyangkan tangannya dengan pelan. Dave pun terbangun dan kaget melihat Sheila yang sudah sadar. Sheila langsung memeluk dave dan mereka berdua menangis didalam pelukannya.
Dave: “kamu sudah sadar aku bahagia bangeeeet”
Sheila: “iyaa aku senang, semua yang kamu katakan itu benar! Aku akan selalu mengingat katakatamu itu”
Dave: -speechless-
Sheila: “walaupun aku baru kenal kamu hari ini tapi aku ngerasa aku udah kenal kamu lamaaaaa bangeeet, kamu maukan jadi sahabatku? Kamu mirip seseorang yang sangat berarti dalam hidupku” (dave mirip sama Justin)
Dave: “of course I will be your bestfriend, since the firsttime I met you I already thought that you’ll be my bestfriend, aku mirip seseorang? Siapa?”
seketikatelfon Sheila pun berdering dengan nada ringtone suara Justin Bieber yang sedang menyanyikan lagu one less lonely girl, Sheila langsung berteriak “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA MATIKAN SUARA ITUUUUU!!!! KEPALA KU PUSING!!” dave langsung meraih hp Sheila yang berada di meja dan mengasih ke Sheila dalam keadaan silence, ternyata “HOME” yang menelfon Sheila, dan Sheila langsung mengangkatnya…
Sheila: “iya kenapa?”
Bi Emma: “non dimana? Nyonya katanya mau pulang hari ini! Sekarang udah jam 11 malem non dimana?”
Sheila: “bilang mama aku nginep dirumah keyla”
Bi Emma: “oh non nginep dirumah non keyla, yaudah nanti bibi sampein”
Sheila: “iya makasi ya bi dadaaaaaa”
Sheila langsung menutup telfonnya dan dave melihat kearah Sheila dengan pandangan yang terlihat seperti marah.
Sheila: “dave kamu kenapa?”
Dave: “kamu kenapa berbohong?”
Sheila: “aku hanya gamau membuat mereka khawatir! JUST THAT!”
Dave: “tapi mereka akan lebih khawatir lagi kalo kamu berbohong”
Sheila: “mereka tidak tau kalo aku berbohong”
Dave: “kalo suatu saat nanti mereka tau dan kamu sudah tidak diberi kepercayaan gimana?”
Sheila: “uuummm...”
Dave: “jangan pernah membohongi siapapun karena sekali kamu berbohong kamu tidak akan pernah dipercaya lagi”
Sheila hanya menjawab “ya” pada saat dave menceramahinya, Sheila langsung teringat dengan Justin pada saat dave berkata “jangan pernah membohongi siapapun karena sekali kamu berbohong kamu tidak akan pernah dipercaya lagi”. Sheila merasa Justin sudah menghianati nya dan kepercayaan Sheila terhadap Justin pun menghilang pada detik itu juga. Perasaan sayang, suka, cinta, kagum kepada seorang Justin Bieber sudah berubah menjadi perasaan marah dan kecewa.
Dave: “kamu kenapa bengong?”
Sheila: “hah? Ngga ko!”
Dave: “kamu terlihat murung setelah aku berkata soal berbohong?”
Sheila: “aku gak apaapa”
Dave: “just tell me! remember I’m your berfriend right?”
Sheila: “aku Cuma keinget sama seseorang yang sudah bohong sama aku dan aku merasa benci sama dia sekarang”
Dave: “nah apakah kamu mau dibenci sama seperti dia?”
Sheila: “ngga-_-”
Dave: “nah makanya jangan pernah berbohong ya?”
Sheila: “iyaaaa, thanks dave you make me feel better!”
Dave: “yaa itu gunanya sahabat, kamu gak ngantuk?”
Sheila: “sedikit”
Dave: “ayo kamu harus tidur dan minum obat ini dulu” *sambil memberi obatnya ke Sheila*
Sheila: “iya aku minum obatnya” *sambil meminumnya*
Dave: “nah sekarang kamu tidur karena besok aku mau kamu mendapatkan kabar gembira dari dokter, so kamu harus istirahat yang cukup”
Sheila: “okay! Tapi kamu gak ninggalin aku kan?”
Dave: “ngga aku tidur di sofa itu, oke sekarang kamu tidur yaa” *sambil selimutin Sheila*
Sheila: “good night dave”
Dave: “good night Sheila”

Dave pun berjalan kearah sofa tersebut dan merebahkan tubuhnya. Dave pun terlelap dalam tidurnya dan begitupun Sheila. Mereka tertidur dengan wajah yang samasama tersenyum bahagia karena mendapatkan sahabat baru.

TO BE CONTINUED...

Bieber Story

Part 9

Setelah membaca sms dari Justin, Sheila langung bangun dari tempat tidurnya dan langsung mengambil macbook nya yang diletakkan diatas meja. Pada saat Sheila membuka note yang sudah di save Justin, Sheila sempat merasakan perasaan yang nggak enak, dan karena Sheila penasaran apa isinya Sheila pun membuka note itu dengan perasaan sedikit ragu.
“from Justin to Sheila….
You are my best girlfriend I ever had, I never been fall in love with a girl like this.. I can’t spend my whole day fun without thinking about you… you are like an angle from heaven who’s God sent it to me… every breath that I take is because of you always make me feel strong. I think, if I never know you my life would be so suck and I will never know what is LOVE’s means. You teach me how to care about each other, you teach me how to be a good guy for his girlfriend, you teach me everything good about love…
And now, I’m so sorry Sheila I didn’t mean to hurt you. Yesterday was a special day of my life. We both are playing together and sharing our story in your room. Sorry if I didn’t tell you first about my plan to move from Atlanta because I don’t want to make you sad and cry in front of me, because your tears is my weakness. if you cry in front of me maybe I will call my self as a fool guy. And remember we’re not broke up! We’re still in a relationship.. even though we are so far away but we still keep talking by phone or social network right? I will miss you Sheila.. and I promise I will always take care about our love, I will never be in love with another girl because you mean so much to me and I WILL ALWAYS LOVE YOU NOW AND FOREVER :’)…
With love,
Justin

Setelah membaca note dari Justin tersebut Sheila merasa sangat hancur sekali, dia ngerasa kekuatan yang selama ini dia punya menghilang begitu saja. Sheila gak kuat untuk nahan air matanya dan akhirnya air matanya pun jatuh ke pipinya.
Sheila menangis didalam kamarnya yang masih terisisa bau aroma Justin, Sheila pun menutup macbook nya dan langsung berlari menghampiri tempat tidur dan membanting badannya sambil menangisi kepindahan Justin yang sangat amat mendadak, dan Sheila merasa sedikit kecewa terhadap Justin tetapi Sheila sadar kalo seandainya Justin masih tetap tinggal disamping rumahnya, mungkin para beliebers akan setiap hari meramaikan rumah Justin.
Sheila masih terisak menangis dikamarnya… tibatiba handphone Sheila berdering dan Sheila melihat ternyata itu adalah Justin…
Sheila: “hello….” *dengan suara terisak
Justin: “Sheila.. you cry?” *dengan suara panic
Sheila: “no”
Justin: “I know you cry honey… I’m so sorry I didn’t tell you about this because I don’t want to make our last day being a sad day, I wanna be always happy when I’m with you”
Sheila: “yeah Justin, I’m understand”
Justin: “don’t be mad at me okay? I promise I will never be in love with the other girl, because you are the one for me” *sambil nangis
Sheila: “Justin please don’t cry” *sambil terseguk-seguk
Justin: “I’m cry because I’m not strong to hear you crying..”
Sheila: “okay I’m not crying now”
Justin: “um sorry Sheila, I almost arrived so I’ll call you later… byeeee”
Sheila: “okay Justin byeee” *dengan suara sedih

Pada saat Justin menutup telfonnya, dia langsung menangis sambil menyenderkan kepalanya ke jendela pesawat. Tibatiba Usher menghampirinya…
Usher: “hey man what’s up?”
Justin: “I miss her…” *sambil ngelap air matanya
Usher: “Sheila?”
Justin: “yeah”
Usher: “I knew it before you tell me, yow man I know what it’s feels like but life must go on right?”
Justin: “yes thank you usher”
Usher: “you’re welcome bro” *sambil ngusap pundak Justin

Usher meninggalkan Justin dan kembali ketempat duduk nya untuk membereskan barangbarangnya karena sudah mau take off.
Kenny melihat Justin yang sedang murung, dia merasa kasihan dan mencoba menghibur Justin…
Kenny: “JUSTIIIIIIIIIN!!!!!” *sambil nepok pundaknya Justin
Justin: “what?” *dengan nada datar
Kenny: “what’s wrong?”
Justin: “nope I’m alright”
Kenny: “but I can see from your eyes, YOU ARE LYING?”
Justin: “you know, it’s all about Sheila”
Kenny: “yeah I know it, but you still can call her, or maybe if you have a free time, you can go back to Atlanta and meet her!” *dengan suara memberi semangat
Justin: “and you go with me?”
Kenny: “of course because I should protect you!”
Justin: “are you sure?”
Kenny: “yees I’m sure dr. bieber! You are my little brother!”
Justin: “aah Kenny thank you very much I love you!” *sambil meluk Kenny dan sambil nangis
Kenny: “love ya too little bro!”
Kenny pun akhirnya membantu Justin membereskan barangbarang nya yang banyak sekali tergeletak dilantai pesawat, Justin mengeluarkan segala sesuatu yang ada di tas dan kopernya karena Justin merasa sangat hancur sekali pada saat itu.
Pada saar Justin dan Kenny sedang beresberes tibatiba Scooter menghampiri mereka berdua…
Scooter: “hey”
Kenny: “hey scooter!”
Scooter: “why you don’t answer me biebs?”
Justin: “I’m busy so I don’t answer you” *dengan suara ketus karena Justin kesel
Scooter: “I know you mad at me”
Justin: “that’s so good if you know that!”
Scooter: “sorry Justin, ini semua terpaksa kalo bukan karena paparazzi kita gaakan pernah pindah!”
Justin: “yeah I know! Udah gak usah dibahas lagi!”
Scooter: “okay! Cepet bereskan semua karena sebentar lagi kita sudah mau take off”
Justin: “oia!!”
Scooter: “why?”
Justin: “pesawat ini mendarat dimana?”
Scooter: “nanti kamu juga akan tau pada saat kamu keluar dari pesawat ini”
Justin: “hhmmm…” *dengan nada kesel

Pesawat pun mendarat… dan Justin langsung cepatcepat lari kepintu pesawat karena dia benerbener penasaran dia pindah kemana… pada saat pintu pesawat terbuka, Justin melihat ada sebuat puncak dan ada sebuah huruf-huruf yaitu HOLLYWOOD. Ternyata Justin pindah ke California dan tentu saja jaraknya agak jauh dengan Atlanta.
Justin langsung merasa depresi pada saat itu tetapi semua itu buyar pada saat Justin melangkah ternyata banyak sekali beliebers yang sudah mengantri minta tanda tangan Justin, semua kedepresian Justin pun menghilang karena terhibur dengan para fansnya.
Setengah jam sudah Justin meladeni setiap fansnya, scooter langsung menarik Justin dari kerumunan tersebut dan menyuruh Justin untuk masuk ke dalam mobil, pada saat Justin masuk ke mobil, Justin membuka kaca mobilnya dan berteriak “I LOVE YOU I LOVE YOU I LOVE YOU ALL MY LOVELY BELIEBERS” dan semua beliebers serentak berkata “I LOVE YOU TOO JUSTIN!!!”

Didalam mobil Justin kembali merasa depresi, untung ada mom pattie yang memberi Justin semangat.
Pattie: “honey please don’t be sad!”
Justin: “but i…”
Pattie: “I know you miss Sheila and you feel so empty without her right?”
Justin: “yeah mommy”
Pattie: “but you still can call her or talk with her in social network”
Justin: “but I want to meet her”
Pattie: “I promise I allow you meet Sheila if you have a free time”
Justin: “are you sure mom?”
Pattie: “yeah..”
Justin: “thank you very much mommy” *sambil meluk pattie
Pattie: “your welcome my little Justin, don’t cry again hun because you are strong man right?”
Justin: “yap mom, okay” *sambil ngelap air matanya

Setelah sampai di hotel, Justin langsung cepatcepat pergi ke lift bersama Kenny karena suasana kebetulan sepi jadi Justin memanfaatkan suasana tersebut.
Setelah lift sudah sampai dilantai 6 dan pintu lift pun terbuka, tibatiba Justin benarbenar kaget karena ada seorang wanita dengan kulit putih, tingginya sama dengan Justin, berambut coklat tua, sedang sibuk dengan iPhone nya… yap itu adalah Selena Gomez.
Justin sempat terdiam dan gabisa bergerak pada saat itu karena sebenernya Justin emang punya perasaan sama selena sudah sejak lama.
Justin pun berusaha agar dirinya tidak terlalu terlihat kaku didepan selena. Dan Justin langsung keluar dari lift tersebut sambil menyapa selena…
Justin: “hey selena!”
Selena: “um Justin?” *dengan suara heran
Justin: “yeah it’s me!”
Selena: “OMG I CAN’T BELIEVE! You are taller than me now!”
Justin: “um yeah haha”
Selena: “aah come on gimme a hug”
Justin: “ah okay” *sambil meluk selena erat banget
Selena: “soo kamu nginep di hotel ini juga?”
Justin: “yaa aku nginep disini, kamu juga?”
Selena: “yaap aku nginep disini karena hotel ini dekat dengan lokasi konserku”
Justin: “oh um maybe we can hang out together today? Are you busy?”
Selena: “um little but I’ll call you latter okay bye biebs my manager is already waiting me”
Justin: “okay bye selena” *sambil melambaikan tangannya

Justin langsung menarik tangan Kenny dengan senyum yang sangat lebar, Justin terlihat sama sekali tidak depresi, tidak ada perasaan sedih atau semacamnya. Kenny pun merasa sangat heran dengan itu. Tetapi mereka tetap berjalan untuk menemukan kamar mereka.
Setelah sampai dikamar nomor 69 kenny langsung membuka pintu dengan kunci yang sudah diberikan, dan membantu Justin membereskan barangbarangnya, Justin terlihat sangat senang seperti tidak ada masalah pada saat itu, Justin malah bersenandung seperti terlihat sangat kegirangan. Karena Kenny merasa kalo Justin itu benerbener aneh akhirnya Kenny pun bertanya…
Kenny: “hey Justin, why you look so happy?”
Justin: “yeah I’m so so so so happy Kenny”
Kenny: “because?” *dengan nada ragu
Justin: “because of selena HAHAHAHA” *sambil ketawa
Kenny: “oh gosh -_- kamu penghianat Justin!”
Justin: “why you call me that?”
Kenny: “you don’t remember about your girl? SHEILA!!!” *dengan nada marah
Justin: “OMG GOD I’M SO SORRY -_- buuuuut me and selena are just bestfriend”
Kenny: “tapi kenapa kamu ngajak dia pergi bareng hari ini?”
Justin: “oia aku mau jalan bareng selena hari ini aku mau siapsiap” *sambil ngeluarin beberapa baju dari koper
Kenny: “HEY JUSTIN!!!”
Justin: “why Kenny? Baju yang mana yang cocok denganku?” *dengan suara santai sambil menunjukkan bajubaju tersebut
Kenny: “I don’t know, terserah kamu lah! Aku mau keluar mau cari udara”
Justin: “okay byeeee” *dengan suara santai

Kenny keluar dari kamar hotel yang Justin dan ia tempati, Kenny merasa kesal sekali dengan Justin karena Justin terlihat seperti sehabis terhipnotis dengan selena, dan Kenny merasa Justin benerbener udah menghianati sheilla. Kenny benerbener gaabis piker karena yang tadinya Justin terlihat sangat galau, tautaunya Cuma hanya bertemu dengan seorang selena Justin lansung berubah 100%. Kenny pun akhirnya pergi ke mall untuk refreshing.

Justin masih sibuk milih baju yang mana untuk dipakai pada saat jalan sama selena, Justin merasa senang sekali pada saat itu dan konsentrasi Justin memilih baju terpecah pada saat pintu kamar hotelnya diketuk oleh seseorang.

KNOCK… KNOCK… KNOCK… *suara pintu diketuk
Justin langsung segera menghampiri pintu dan membukanya pelanpelan tanpa mengintip dari lubang kecil yang ada dipintu. Begitu Justin membuka pintunya dia benarbenar terkejut karena ternyata yang ada didepan pintunya itu adalah Selena. Tanpa basa-basi Justin langsung segera menyuruh selena masuk. Dan sesampainya didalam mereka pun mengobrol…
Justin: “OMG selena I can’t believe it! Dari mana kamu tau kalo ini adalah kamarku?”
Selena: “tadi aku bertanya pada manager hotel ini”
Justin: “OMG-_- uumm soo kita jadi jalan kan?”
Selena: “um emangnya kamu mau ajak aku kemana?”
Justin: “kita jalanjalan aja makan ice cream itu ide bagus!”
Selena: “okay let’s go!”
Justin: “but which clothes should I wear now?”
Selena: “that purple one!”
Justin: “this?” *sambil megang bajunya
Selena: “yeah! That’s really match with your skin!”
Justin: “okay wait a second” *Justin lari ke kamar mandi
Setelah beberapa detik kemudia (gak sampe semenit) Justin langsung kembali ke tempat selena duduk dan menarik tangan selena untuk segara cepatcepat pergi.
Sepanjang perjalanan, Justin dan selena hanya berjalan kaki dan Justin sama sekali tidak diikuti oleh beberapa fans maupun paparazzi karena keberadaannya di California belum terlalu terpublikasikan hanya beberapa anak kecil yang melihat Justin yang menghampirinya untuk meminta tanda tangan dan berfoto bareng.

Sampailah selena dana Justin disebuah kedai ice cream, mereka berdua samasama memesan ice cream rasa permen karet, dan mereka pun menikmati ice cream itu berdua sambil duduk dikursi yang letaknya dibawah pohon. Mereka pun ngobrol…
Selena: “um Justin kenapa kamu pindah kesini?”
Justin: “aku hanya mengikuti kemana scooter pergi”
Selena: “oh ya? Yaa setau aku bulan ini kamu gaada konser di daerah California ya kan?”
Justin: “yap where did you know that?”
Selena: “hahahaha your news is everywhere biebs” *sambil megang rambut Justin
Justin: “hahahaha” *sambil pasang muka salting
Selena: “uuuummm may I ask you something?”
Justin: “yes of course!”
Selena: “do you have a girlfriend?”
Justin: “W-W-W-WHAT?” *saking kagetnya ice cream nya sampe jatoh
Selena: “OMG Justin your ice cream!”
Justin: “oh that’s okay!”
Selena: “so please answer”
Justin: “um….” *Justin bingung harus jawab apa karena emang sebenernya Justin udah suka sama selena udah dari sejak lama
Selena: “that’s okay if you don’t want to answer it!”
Justin: “um I don’t have! I’M SINGLE!!” *dengan senyuman Justin yang keliatan banget bohongnya
Selena: “wow sounds great!”
Justin: “what do you mean?”
Selena: “yeah jadinya aku masih punya kesempatan yakan?”
Justin: “hah?” *Justin kaget
Selena: “chance to be your girl? Only one girl? Right?” *dengan suara gatel nya selena -_-
Justin: “HAHAHA OF COURSE! But I need to know you more!”
Selena: “that’s okay Justin”

Mereka pun mengobrol sangat asik sekali dan tanpa mereka sadari ternyata paparazzi mengintai mereka dari balik kursi, pohon, pokoknya tempattempat yang benerbener tersembunyi.
Justin dan selena pun memutuskan untuk kembali ke hotel, sesampainya mereka dihotel Justin mengantar selena kekamar nya dan sehabis itu Justin langsung kembali kekamar nya sendiri, karena Justin merasa cape Justin pun langsung tertidur pulas tanpa memikirkan telfonnya yang berdering dan telfon itu dari Sheila…


Sheila yang sedang kesepian dikamarnya sudah menghabiskan beratus-ratus tissue karena menangisi kepindahan Justin, apalagi Justin tidak mengangkat telfonnya dan tidak meng-update sesuatu di twitter, itu membuat Sheila semakin galau dan semakin ingin menangis.
Sheila menelfon Justin sudah lebih dari 10x tetapi Justin tetap tidak mengangkatnya, disitu Sheila berpikir kalo Justin sudah benerbener melupakannya. Dan dengan perasaan yang sedih Sheila membuka macbook dan tibatiba ada sebuah berita di justjared.com mengenai Justin Bieber, Sheila langsung meng-click link tersebut dan membukanya dengan perasaan lega karena dia bias mengetahui kabar terbaru Justin, tetapi perasaan lega Sheila tercampur dengan perasaan yang sangat berkecamuk karena ternyata itu adalah foto Justin dan selena yang sedang duduk asyik dibawah pohon sambil makan ice cream. Tangisan Sheila semakin meledak pada saat itu, dank arena Sheila benerbener lemes banget dia juga belom makan daripagi dan Sheila seharian mengunci kamarnya dikamar akhirnya Sheila pun jatuh pingsan….

TO BE CONTINUED...

Bieber Story

Part 8

Pada saat Justin membuka pintu kamarnya dia kaget sekaget-kagetnya karena dia melihat ada beberapa orang yang sedang memindahkan barang-barang yang ada dirumahnya kedalam truck yang sudah terparkir didepan rumah Justin. Justin sangat panik, yang tadinya Justin mau langsung sarapan mendadak mulas dan pergi kekamar mandi sambil berlarian.
Setelah beberapa menit dikamar mandi Justin pun keluar dan sudah ada Kenny, Usher, Scooter, Pattie yang sedang berdiri menunggu Justin keluar. Karena Justin merasa aneh akhirnya Justin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan rumah mereka.
Justin: “hey what happen to our house? Kenapa semua barang2 dipindahin ke truck?”
Kenny: “kita harus pindah dari rumah ini secepatnya Justin” dengan suara sedih
Usher: “ya kita harus cepat pindah karena paparazzi sudah mulai banyak berdatangan dan mencoba mencari celah dari rumah ini, karena dia tau kamu tinggal dirumah ini.”
Scooter: “semua ini emang salah kita, kita kurang waspada sama paparazzi yang selalu mengintai dimana pun itu”
Justin: “kita pindah? Sheila gimana?” dengan mata berkaca-kaca
Pattie: “maaf Justin, ini semua bukan kemauan kita semua tapi ini semua karena terpaksa, kalau bukan karena paparazzi kita pasti akan tetap tinggal disini”
Justin: “ini semua salahku” Justin menangis
Semuanya langsung heran dan memandang Justin dengan pandangan yang keliatannya seperti marah
Pattie: “salah kamu? Maksusdnya apa Justin?”
Justin: “ini semua salahku, semuanya salahku” tangisan Justin semakin meledak
Kenny: “what? Ini salahmu? Maksud kamu apa Justin?”
Scotter & Usher: “coba kamu jelasin ke kita pelan-pelan, mungkin kalo kamu ngejelasin kita bisa menunda kepindahan kita dari rumah ini”
Akhirnya Justin menjelaskan semua kronologi ceritanya dari pertama sampai akhir ke Scooter, Usher, Pattie and Kenny.
Justin: “jadi ceritanya aku main kerumah Sheila terus aku ngajak dia dinner tapi ke McD yang di ujung jalan sana, aku sama sheila perginya naik skateboard. Pas dijalan aku denger suara kamera bunyi pas aku nengok itu ternyata paparazzi dan aku langsung bawa Sheila cepet2 ke gang yang sempit untuk ngumpet. Setelah itu aku gatau lagi paparazzi itu kemana, aku juga gatau dia udah sempet ngambil gambarku atau belom” Justin cerita dengan suara sedih
Kenny: “terus kamu pulang kerumah lagi naik apa? Naik skateboard juga?”
Usher: “iya Justin kamu naik apa? Kamu gak takut masih ada paparazzi yang ngintai kamu?”
Justin: “untung aja pas pulang Sheila nelfon supirnya untuk jemput kita berdua, yaudah deh I’m save”
Scooter mikir kalo ini semua garagara Sheila soalnya semenjak Sheila deket sama Justin, Justin itu jadi agak sedikit gak perduli sama karir nya sebagai penyanyi, Justin jadi sering meng-cancel setiap jadwal manggung jadi Justin itu kebanyakan libur. Makanya deh gak heran kalo twitter jadi rame garagara Justin pun jarang ngetweet, buka twitter nya aja Justin gapernah gimana mau ngetweet-_- banyak beliebers yang kangen sama Justin.
Scooter: “oh jadi garagara Sheila? Kalo gitu kita semua jadi pindah hari ini!”
Justin: “HAH?” dengan muka panik dan pipi Justin memerah *bayangin yaa
Pattie: “scoot? Kenapa kamu menyalahkan Sheila? Dia gak ada sangkut paut nya sama masalah ini! Ini semua memang salah Justin tapi Sheila gak ada urusan apaapa disini”
Scooter: “maaf pattie tapi semenjak Justin kenal sama Sheila, Justin jadi males untuk manggung dimanamana, dia sudah meng-cancel banyak sekali jadwal world tour nya!”
Pattie gak percaya sama apa yang dikatakan scooter karena pattie mengira selama ini Justin memang sedang libur
Pattie: “HAH? Benar itu Justin?” dengan suara kecewa
Justin: “aku memang yang membatalkan semua konser tersebut tapi bukan karena sheila, aku membatalkannya karena aku manusia biasa mom, aku butuh istirahat, aku ingin seperti anakanak remaja normal lainnya.”
Scooter: “tapi kamu tetap tidak professional Justin!”
Pattie: “mom ngerti kamu ingin punya waktu cukup untuk liburan, tapi lihat Justin kamu mempunyai fans yang banyak! Mereka merindukanmu dikonser, bahkan dunia twitter pun mencarimu! Tadi malam mom buka twitter dan banyak sekali yang menanyakan kabar kamu ke mom! Mom gabisa jawab apaapa, mom hanya bilang kamu sibuk. Kamu benerbener gak kangen twitter? Kamu inget apa yang terakhir kali kamu tweet?”
Justin: “nggak mom” dengan suara lesu
Pattie: “kamu nge-tweet ‘bye guys good night’ dan itupun 2 minggu yang lalu”
Justin: “maaf mom bukannya aku mau melupakan twitter bahkan fans ku semua itu salah! Aku hanya ingin.. aku hanya ingin…”
Scooter: “hanya ingin apa Justin? Hanya ingin menghabiskan waktu mu dengan cewe sebelah rumah?”
Justin: “HER NAME IS SHEILA!” Justin teriak
Scooter: “I DON’T CARE!” sambil meninggalkan Justin dan Pattie
Pattie akhirnya menjelaskan baik-baik kepada Justin, kalo selama ini sikap dia itu salah.
Pattie: “Justin kecilku..”
Justin: “ya mom?” sambil nangis
Pattie: “mom tau kamu mencintai Sheila dengan setulus hatimu, tapi kamu jangan mementingkan dirimu sendiri, kamu punya fans nya sangat banyak Justin! Mana janji mu tentang ‘I will cure a bieber fever’ mereka semua terjangkit bieber fever dan hanya kamu yang bisa menyembuhkannya doctor bieber” sambil mengusap air mata Justin
Justin: “I love you mom” sambil meluk pattie
Pattie: “I love you too honey, okey sekarang kamu minta maaf sama scooter atas semua kesalahan mu hari ini ya!”
Justin: “tapi gimana nasib Sheila mom? Kita beneran pindah hari ini? Please mom jangan pindah dulu! Satu hari lagi aja kita tinggal disini yayaya” dengan puppy face nya Justin
Pattie: “mom gabisa memutuskan apaapa kalo masalah itu kamu tanya scooter ya”
Justin: “okay mom, I’ll ask him now!”

Justin langsung lari keatas dan dia berteriak-teriak “SCOOTER SCOOTER” akhirnya Justin menemukan scooter yang sedang bermain laptop dikamarnya yang sudah kosong karena barangbarang nya sudah dipindahkan kedalam truck.
Justin: “scoot?”
Scooter: “what do you want?” suara jutek
Justin: “weeess scoot galak amat!” suara ngeledek
Scooter: “kalo kamu mau ngomong cuci muka dulu! Aku gak suka liat mata mu yang sembab itu! Masa laki-laki nangis!”
Justin: “aku kan manusia biasa punya hati jadi bisa nangis” dengan suara ngeledek
Scooter: “sudah sana cuci muka dulu”
Akhirnya Justin kekamar mandi untuk cuci muka tapi karena baju Justin kesiram air yang penuh diember atas wastafel yaudah akhirnya Justin sekalian mandi deh.
Setelah beberapa menit Justin mandi dia langsung pergi lagi kekamar scooter.
Justin: “hey scooter I’m back and I look so fresh right?”
Scooter: “ko kamu lama sekali Justin?”
Justin: “hey look at me!”
Scooter: “ooohhh…” sambil ngeliatin Justin dari atas sampe bawah
Justin: “scoot ayolah jangan ngambek kaya gitu! Aku mau minta maaf yaaa atas semua kesalahanku, kecerobohanku, kenakalanku, kemalasanku, dan keegoisanku selama ini. Jujur aku merindukan saat-saat dimana aku bisa seperti dulu, bermain sepuasnya yaa seperti anakanak remaja normal lainnya lah. Tolong scoot jangan salahkan Sheila tentang semua masalah ini. Masalah paparazzi itu memang aku yang salah, aku yang ceroboh mengajak Sheila makan malam di McD dan naik skateboard untuk menuju kesana. Maafin aku scoot, please kita semua jangan pindah dari rumah ini, aku gak bisa jauh dari Sheila”
Scooter: “yaa aku memaafkan mu Justin, tapi maaf kita memang benarbenar harus pindah dari rumah ini, kamu harus liat keluar sana! Siapa yang ada diluar?”
Justin langsung lari menghampiri jendela dan dia melihat keluar dengan tatapan yang sangat ternganga-nganga karena diluar sudah ada sekitar 5 paparazzi yang sedang memotret keadaan rumah Justin.
Justin: “OMG SCOOT THERE’S SO MANY PAPARAZZI OUT THERE!!”
Scooter: “ada berapa orang mereka?”
Justin: “sekitar 5 orang, scoot gimana ini?”
Scooter: “yaaa terima nasib ajalah” sambil menghela nafas
Justin: “scoot aaahh aku gak mau pisah sama Sheila”
Scooter: “kita udah gak bisa ngapa2in lagi Justin, akibatnya itu bisa fatal kalo kita masih tetap tinggal dirumah ini!”
Justin: “fatal?”
Scooter: “yap, kalo fans kamu ada yang tau kamu tinggal disini gimana? Kamu mau rumah ini dikepung banyak sekali beliebers?”
Justin: “HELL NOOO!!”
Scooter: “nah makanya itu kita harus cepet2 pindah dari rumah ini”
Justin: “satu hari lagi aja kita dirumah ini ayolaaaah”
Scooter: “hhmm, karena barang2 juga masih banyak yang belom diangkut, yaudah kita semalam lagi tinggal disini”
Justin: “HAH? BENERAN?” dengan suara hyper Justin
Scooter: “yeah Justin ;)”
Justin: “aahh thank you scooter, you are the best manager ever!!!” sambil meluk scooter terus pergi sambil lari menuju kamarnya

Setelah Justin sampai dikamarnya dia langsung tiduran di sofa ungu nya sebentar setelah itu dia melihat kearah luar jendela, sebuah mobil jaguar ungu dengan foto Justin Bieber disisi kanan dan kiri mobil tersebut. YAP tidak lain itu adalah mobil Sheila yang sedang menuju pulang.
Justin: “nah itu Sheila dia pasti baru pulang sekolah sekarang kan jam 12 siang” sambil ngelirik jam “aku kerumah dia sekarang ah”
Pada saat Justin turun tangga dia ngeliat ada Kenny yang sedang mengkunci semua jendela yang ada dirumah sambil menutupi nya dengan kain.
Justin: “Kenny? Ngapain ditutup semua?”
Kenny: “tadi ada paparazzi yang mencoba mengambil gambar foto didalam rumah ini makanya aku langsung menutup semuanya”
Justin: “yaah aku mau ke rumah Sheila gimana dong?”
Kenny: “AHA aku punya ide!! Ayo ikut aku!”
Kenny mengajak Justin kekamarnya dan Justin dipakaikan baju yang sangat aneh dengan topi bundar yang sangat besar sampai2 muka Justin tidak terlihat. Akhirnya Justin keluar dari kamar Kenny dengan baju aneh tersebut.
Justin: “Kenny! Are you sure?”
Kenny: “yes I’m sure! If you really want to go to sheila’s house”
Justin: “yesss I really want to go to her house!”
Kenny: “okay bring your phone! Answer it if I call you ya”
Justin: “okay byeee” sambil lari keluar
Justin keluar rumahnya dengan tampang biasa, paparazzi pun sama sekali tidak memperdulikannya karena paparazzi itu tidak sadar. Dan Justin pun agak kesusahan dengan baju anehnya itu.
Akhirnya Justin pun sampai didepan rumah Sheila dan Justin pun mengetok pintu rumah Sheila *KNOCK… KNOCK…* tumben banget yang buka pintu nya itu Sheila. Pas Sheila buka pintu rumahnya dia refleks langsung teriak, tapi Justin akhirnya langsung masuk aja kerumah Sheila dan mendorong Sheila masuk juga.
Sheila: “HEY WHO THE HELL ARE YOU?”
Justin: “it’s me Justin” sambil ngebuka topi
Sheila: “JUSTIN? I miss you so much!” langsung meluk Justin
Justin: “I miss you too hon! Bantuin aku ngelepas baju ini dong please”
Sheila: “kamu ko pake baju kaya gini? Sama topi apa itu gede banget!” sambil ngebantuin Justin ngelepas baju
Justin: “aku sedang menyamar”
Sheila: “HAH? Menyamar? Sebagai apa? Kamu lagi mau main ya?”
Justin: “ngga aku ngga main, aku menyamar dari semua paparazzi yang ada didepan rumahku”
Sheila: “WHAT? PAPARAZZI?” sambil teriak
Justin: “sssttt.. jangan berisik!”
Sheila: “oia maaf Justin hehe”
Justin: “ya semenjak kita ke McD itu paparazzi jadi sering ada didepan rumahku”
Sheila: “yaah terus kalo kamu ketauan sama mereka gimana? Nanti kamu pindah rumah” dengan suara sedih
Justin: “hah? Ngga itu gamungkin!” Justin terpaksa bohong
Sheila: “tapi kalo lamalama paparazzi tau publik juga akan tau, para fans kamu juga akan tau mereka pasti akan mengepung rumah kamu Justin”
Justin: “udah kamu gausah mikirin itu ya yang penting kan aku sama kamu sekarang” sambil meluk Sheila dan mencium kening Sheila
Sheila: “I love you Justin”
Justin: “I love you too shawty”
Setelah mereka selesai berpelukan, tibatiba Justin langsung memegang wajah Sheila dengan lembut dan mendekatkan wajah Justin ke wajah Sheila, yap mereka kissing.
Sheila: “um Justin” sambil melepaskan ciuman itu
Justin: “yea why? I miss you so much Sheila, let me kiss you again”
Justin langsung mendekatkan wajahnya kembali kewajah Sheila dan mereka kissing lagi. Setelah selesai mereka berdua berpelukan sangat erat sekali Justin sempat membisikkan katakata ke Sheila “I will be yours forever, and you will be mine forever no matter how far we are” Sheila pun menjawab katakata Justin dengan mencium pipi Justin.
Sheila: “Justin kita fotofoto lewat webcam di macbook ku yuk!”
Justin: “okay let’s go shawty!”
Sheila: “okay come on!” sambil narik tangan Justin naik tangga kekamar Sheila
Akhirnya mereka berdua pun sampai dikamar Sheila, Justin dan Sheila langsung duduk dikarpet ungu berbulu yang ada dikamar Sheila
Justin: “mana macbook mu?”
Sheila: “oia diatas meja, sebentar ya Justin aku ambilin dulu!”
Justin: “okaaay”
Sheila: “naah ini dia”
Justin: “okay give it to me!”
Justin langsung mengambil macbook Sheila dan membukanya. Pas dibuka wallpaper macbook nya Sheila adalah foto pas Justin shirtless lagi cuci mobil didepan rumah nya, yep Sheila mengambil foto itu diam2 tanpa sepengetahuan Justin.
Justin: “Sheila, is it me?” sambil nunjuk ke gambar dirinya
Sheila: “yea that’s you! cool right? I took that picture that night after we both playing water together, you still remember?”
Justin: “of course I remembered! That was the first day we met”
Sheila: “yeaaah”
Justin langsung meluk Sheila pada saat itu, Justin sempet mau nangis karena dia benerbener gatega banget mau ninggalin Sheila.
Sheila: “Justin…”
Justin: “ups sorry you can’t breath?”
Sheila: “nope haha you just hug me sooo tight”
Justin: “haha that’s make you warm right?”
Sheila: “yeah I love the way you kiss me and hug me like that, I love you sooo much Justin”
Justin: “love you more more more more and more Sheila” sambil ngelus wajah Sheila
Sheila: “okeey ayoo kita fotofoto!”
Justin: “okaaay ;)”
Mereka berdua pun fotofoto sampe banyak banget gak kerasa saking keasikan foto nya mereka sampe berfoto 300 kali. ckck banyak banget-_-
Karena Sheila dan Justin sudah samasama bosan akhirnya Sheila mengajak Justin bermain xbox, mereka pun bermain xbox sambil tertawatawa dan tanpa disadari mereka main xbox sampai malam. Sheila pun menguap, dan Justin bertanya
Justin: “Sheila kamu ngantuk?”
Sheila: “hhmm iya aku ngantuk banget” sambil nguap
Justin: “hhmm tapi kan kamu belom makan? Mau aku ambilin makanan?”
Sheila: “kamu mau ngambilin?”
Justin: “iya aku ambilin yaa kita makan berdua aja”
Sheila: “iyaa maumau” dengan suara semangat
Justin pun keluar dari kamar Sheila dan dia turun kebawah menuju dapur, disitu ada bi emma yang kebetulan sedang buat makan malam.
Justin: “bi emma…”
Bi emma: “j-j-j-j-justin?” suara gugup
Justin: “iya bi, aku boleh minta makanannya ga? Soalnya Sheila belom makan?”
Bi emma: “i-i-i-i-iya udah bibi siapin itu di meja”
Justin: “oke makasi ya bi”
Bi emma: “loh Justin gak makan juga?”
Justin: “ngga aku berdua aja sama Sheila”
Bi emma: “hah? Oh iya yaudah gapapa”
Justin: “okay bi makasi” Justin langsung meninggalkan bi emma sambil membawa makanan ke kamar Sheila.
Bi emma benerbener gugup banget pas tau kalo seorang Justin Bieber ada disampingnya mengajak ngobrol dirinya. Karena bi emma mikir Justin itu bintang ternama jadi dia agak speechless deh. LOL
Justin pun sampai dikamar Sheila, dan Sheila pun lagi menonton tv.
Justin: “here it is princess” sambil menghampiri Sheila membawakan makanannya
Sheila: “aaaaahh makasi ya Justin! Kamu gak makan?”
Justin: “ngga aku udah kenyang tadi sebelum kesini aku kan udah makan”
Sheila: “ah itu kan tadi siang, ayolah kamu makan!”
Justin: “ngga usah sayang, kamu makan aja aku suapin ya?”
Sheila: “aah beneran?” dengan nada ragu
Justin: “iyaa beneran. Ko kamu keliatannya ragu sih? Aku kan pacar kamu jadi aku wajar dong suapin kamu”
Sheila: “hehe iyaaaa… makasi yaa Justin”
Justin: “iyaaa samasama shawty”
Justin pun menyuapi Sheila sambil bercanda, akhirnya makanan Sheila pun habis. Dan Justin menaruh piringnya dimeja deket pintu kamar Sheila.
Justin ngerasa heran karena Kenny belom menelfonnya sejak sore tadi. Justin mikir ini kesempatan yang sangat bagus karena dia masih bisa lebih lama lagi bersama Sheila.
Karena Sheila merasa sangat ngantuk sekali, Sheila pun bilang kalo dia mau langsung tidur…
Sheila: “Justin…”
Justin: “iya kenapa Sheila?”
Sheila: “aku ngantuk banget”
Justin: “um oke aku temenin kamu sampe kamu tidur yaa”
Sheila: “ngga aku gamau kamu cuma nemenin aku sampe aku tidur, aku mau kamu nemenin aku sampe besok pagi”
Justin: “maksud kamu?”
Sheila: “kamu nginep disini yaa Justin… pleaseee aku kangen banget sama kamuu”
Justin: “uuumm as you wanted shawty, aku akan nginep disini”
Sheila: “tapi kamu udah bilang sama mom pattie?”
Justin: “um itu sih urusan gampang gausah dipikirin”
Sheila: “beneran nih? Tapi nanti kalo kamu dicariin gimana?”
Justin: “ngga sayang, kan aku udah bilang aku main dirumah kamu”
Sheila: “oh okedeh”
Justin langsung selimutin Sheila dan Justin pun tidur di sofa yang ada dikamar Sheila, sofa tersebut warna nya ungu juga lhoo sama kaya yang dikamar Justin :)
Sheila ngeliat kalo Justin tidur di sofa nya dan Sheila pun manggil Justin…
Sheila: “justin… kamu ko tidur disitu?”
Justin: “kan aku harus menghargai princess ku” dengan suara sweet khas Justin
Sheila: “tapi aku mau kamu peluk aku”
Justin: “aku juga mau peluk kamu, tapi…”
Sheila: “ayolaaah kamu tidur disebelahku aja, tapi janji jangan ngapa2in yaa”
Justin: “um okay… iya aku janji gak akan ngapa2in karena aku cinta kamu”
Justin pun langsung pindah tidur sebelah Sheila, pada saat mereka tidur Justin memeluk Sheila dari belakang. Mereka pun tidur nyenyak dengan saling berpelukan pada malam itu…

Keesokan pagi nya sekitar pukul 5 pagi Justin terbangun dan dia langsung membuka macbook Sheila, dia menuliskan sebuat katakata yang lumayan panjang.. dan dia menyimpannya didalam macbook tersebut, Justin menangis pada saat mengetik katakata tersebut tapi dia akan tambah menangis kalo dia sama sekali gak memberikan kepastian kepada Sheila…
Justin pun menutup kembali macbook Sheila dan menaruhnya ditempat semula, Justin langsung duduk ditepi tempat tidur Sheila sambil memandangi wajah Sheila yang masih tertidur, Justin mencium kening, pipi, dan bibir Sheila dengan perlahan karena dia takut Sheila akan terbangun. Justin benerbener gak bisa nahan air matanya pada saat dia mencium Sheila karena dia tau, dia akan pindah ditempat yang jauh dan mungkin dia gaakan pernah bisa lagi ketemu Sheila…
Akhirnya Justin pun menguatkan diri untuk bangun dari duduknya. Justin pun meninggalkan rumah Sheila pada pukul 6 pagi tanpa diketahui satu orang pun dirumah Sheila…
Pada pukul 8 pagi Sheila terbangun dia kesiangan banget dan akhirnya dia memutuskan untuk ngga sekolah pada hari itu, dan dia sadar kalo Justin udah gaada disampingnya, Sheila kanget banget pada saat itu dan tibatiba hp nya berdering tanda sms masuk.. sms itu dari Justin dan isinya adalah “good morning princess.. sorry I didn’t wake you up before I go, because I don’t want to disturb your sleep. I know you’re so tired after chillin out with me even tough just playing in your bedroom. Um it’s so hard to say this but please check your note in your macbook. Hope you understand and I LOVE YOU SO MUCH”
Sheila kaget banget pas baca sms dari Justin, Sheila mendadak langsung degdeg-an dan akhirnya dia langsung cepet2 ngambil macbook nya dan membaca isi note dari Justin. Judul dari note itu adalah “From Justin To Sheila…” Sheila mendadak nangis pada saat membaca note tersebut dari Justin….


Sementara Sheila menangis karena membaca note dari Justin, Justin pun menangis didalam pesawat yang ditumpangi nya sekarang bersama Pattie, Kenny, Usher, dan Scooter. Pesawat itu akan membawa Justin jauh sekali dari Sheila… Justin sama sekali gak dikasih tau kemana pesawat itu akan mendarat. Semuanya dirahasiakan sama scooter…

TO BE CONTINUED 

Bieber Story

Part 7

Pada saat Justin membuka pintu kamar Sheila yang tidak terkunci itu Justin langsung terperanjak kaget dan dia berkata “WHAT THE HELL?” dia benarbenar tidak percaya apa yang ada didepan matanya sekarang…

Justin melihat seluruh kamar Sheila benarbenar seperti museum dirinya, karena di dinding kamar Sheila semuanya tertempel dengan poster Justin Bieber sampaisampai dinding kamar Sheila pun sudah tidak terlihat karena saking banyaknya poster itu baik berukuran besar sampai yang paling kecil. Justin benarbenar tercengang melihat pemandangan yang baru pertama kali dia liat, Justin sampe bengong dan diam ditempat karena dia ngerasa aneh dan senang tentunya.

Sheila keluar dari kamar mandi yang ada dikamarnya dengan menggunakan hot pants ungu dan t-shirt putih polos dengan rambut panjangnya yang masih agak basah. Sheila pun kaget karena Justin ada dikamarnya sedang berdiri ditengah-tengah kamarnya sambil memperhatikan seiisi kamarnya. Sheilla merasa sangat malu pada saat itu karena Sheila itu ternyata benerbener maniak Justin Bieber. Tapi itu dulu karena sekarang rasa maniak terhadap Justin Bieber itu sudah hilang, rasa maniak itu berubah menjadi rasa cinta yang tulus dan murni (asek bahasa gua).

Sheila langsung menghampiri Justin dan mereka pun mulai berbicara
Justin: -bengong ngeliatin seisi kamar Sheila-
Sheila: “hey Justin what happen to you?”
Justin: “no no I’m okay, I just shock about your bedroom WOW IT’S AMAZING!”
Sheila: “yeah but sorry Justin..”
Justin: “sorry for what babe? It’s amazing OMG I just can’t believe that you have so many posters of me” dengan suara bahagia banget
Sheila: “yeah I’m scared if you will think I’M JUST A CRAZY GIRL WHO GOT A BIEBER FEVER”
Justin: “every girls got a bieber fever hon”
Sheila: “but Justin wait! It’s different!”
Justin: “different?” dengan suara heran
Sheila: “yeah, aku dulu emang fans berat kamu sampe aku dibilang nggak waras karena rasa suka aku ke kamu itu udah over banget, tapi setelah aku ketemu kamu, ngobrol sama kamu rasa tergila-gila itu hilang, semuanya lenyap dan tergantikan dengan perasaan cinta yang tulus dan itu hanya untuk kamu, aku hanya takut kamu akan mikir aku itu seorang cewe yang hanya ingin menggunakan ke popularitasan kamu”
Justin: “oh honey. NO NO I never thinking about that, you are my girlfriend and I love you so much with all my heart so I never have a negative thinking at you” dengan suara memberi semangat
Sheila: “are you sure?” sambil mendekat kearah Justin
Justin: “yeah I’m sure”
Justin pun langsung memeluk Sheila dan mencium kening Sheila dengan kecupan yang hangat. Sheila pun merasa tenang sekali pada saat ada dipelukan Justin karena Sheila merasa pelukan Justin adalah pelukan yang paling nyaman setelah ayah dan ibunya.
Untuk pertama kalinya Justin pun memberanikan diri untuk mengajak Sheila ngedate keluar, akhirnya Justin pun menanyakan hal tersebut kepada Sheila..
Justin: “Sheila..”
Sheila: “yeah, why Justin?”
Justin: “gimana kalo nanti sore kita makan malem di McD? Tadinya aku mau ngajak kamu ke restaurant italia cuma aku takut nanti malah mengecewakan”
Sheila: “hah? Ke McD?” dengan suara kaget
Justin: “iya, kamu gamau ya? Maaf ya aku gabisa ngajak kamu ke restaurant mahal soalnya uangku ditahan mama ku karena dari kemaren aku beli sepatu terus hehehe”
Sheila: “AKU SENENG BANGET JUSTIN! Aku gabutuh restaurant mahal, dimanapun aku makan asalkan sama kamu aku pasti akan selalu ngerasa itu adalah restaurant mahal yang pernah ada” dengan suara seneng banget
Justin: “hah beneran?”
Sheila: “iyaaa beneran, okedeh aku gausah ganti baju yaa”
Justin: “iya gak apaapa kamu udah cute pake hot pants ungu itu hihi”
Sheila: “aaah thank you Justin” sambil meluk Justin dan nyium pipi Justin

Sheila pun mengajak Justin keluar dari kamarnya, mereka pun turun ke bawah berdua. Setelah sampai diluar rumah Sheila, Justin punya ide kalau dia dan Sheila akan naik skateboard untuk menuju ke McD.
Justin: “Sheila do you have a skateboard?”
Sheila: “of course I have! Sebentar ya aku ambil dulu”
Justin: “okedeh aku juga mau ambil skateboard ku, nanti kita ketemu lagi disini yaa”
Sheila: “okay Justin!”

Setelah mereka berdua sudah mengambil skateboard masingmasing mereka pun bertemu lagi didepan rumah Sheila…
Sheila: “hey Justin what do you think about my skateboard?”
Justin: “GOSH that’s cool I LOVE YOUR PURPLE SKATEBOARD!”
Sheila: “I love yours too, WOW aku gapercaya kalo skateboard kita warnanya sama”
Justin: “haha yeah purple is COOL”
Sheila: “yeah COOL, oke ayo kita jalan sekarang?”
Justin: “okaaay let’s goo!!!”

Justin dan Sheila pun mengendarai skateboard mereka masingmasing dengan pelanpelan terkadang mereka sambil bergandengan, dan tanpa disadari pada saat Justin dan Sheila sedang mengendarai skateboard mereka dengan santai, Justin merasa ada suara yang mencurigakan seperti sedang mengikutinya dari belakang. Suara itu makin keras terdengar, tetapi Sheila tidak mendengarnya karena Sheila sedang menggunakan headset.
Justin akhirnya mempercepat laju jalan skateboard nya sambil menggandeng tangan Sheila, Justin merasa suara itu makin keras terdengar, setelah Justin menengok kebelakang Justin sangat kaget sekali dan dugaannya pun benar. Justin dan Sheila telah diikuti seorang paparazzi yang mengendarai skateboard juga. Semakin cepat Justin mengendarai skateboard nya semakin cepat pula paparazzi itu mengikutinya. Akhirnya karena Justin takut kalau fotonya akan tersebar di internet bersama Sheila, Justin memutuskan untuk berbelok ke arah lain dan masuk ke gang gang yang sangat sempit sehingga paparazzi tersebut tidak bisa menemuinya, untung saja pada saat Justin mencoba untuk melarikan diri, Sheila sama sekali ngga komentar apaapa karena Sheila udah keasikan dengerin musik makanya Sheila jadi ikutin arus aja kemana Justin pergi LOL.

Justin pun memberhentikan skateboard nya dan duduk sejenak di trotoar jalan, Sheila pun ikut berhenti tetapi dia masih menggunakan headset nya dan masih asik mendengarkan musik. Setelah 5 menit beristirahat Justin langsung mengajak Sheila jalan lagi untuk menuju ke McD. Sepanjang jalan menuju Mcd, Justin tidak menemukan paparazzi dan dia merasa lega akan itu.
Akhirnya mereka pun sampai didepan Mcd, Sheila pun melepas headset nya dan menenteng skateboard nya masuk ke dalam Mcd sambil menggandeng Justin. Makanan pun sudah dipesan oleh Sheila, Justin hanya menunggu dikursi yang paling pojok belakang. Setelah makanannya sudah diantar yaitu 2 BigMc dan 2 cocacola Justin pun memakannya dengan perlahan, Sheila pun merasa heran pada saat itu karena Justin sama sekali ngga ngomong apaapa, Justin hanya diam dan kebanyakan bengong. Akhirnya Sheila pun ikut memakan BigMc nya dan setelah mereka berdua selesai makan, suasana pun tetap hening. Karena Sheila merasa aneh dengan Justin, Sheila pun menanyakannya…
Sheila: “Justin, what happen to you? You look so sad”
Justin: “ah, no no I’m okay”
Sheila: “just tell me the truth, what’s your problem?”
Justin: “um I’m okay Sheila” dengan suara agak sedih tapi berusaha untuk senyum
Sheila: “Justin, I know you hiding something! C’mon just tell me the truth!”
Justin: “oke aku kasih tau kamu, aku sekarang lagi takut kalau kita itu ketauan pacaran sama publik, aku gamau nanti malah kamu yang jadi bahan olokolokan mereka”
Sheila: “lho? Kamu ko bisa mikir sampe situ? Emangnya ada apaaa?” Sheila geregetan
Justin: “sebenernya tadi pas kita lagi naik skateboard kamu aku gandeng kenceng banget soalnya ada paparazzi ngikutin kita dari belakang, aku takut dia udah sempet ngambil gambar foto kita berdua aduh aku bisa dimarahin sama usher -_-”
Sheila: “ooohh kamu gandeng aku garagara ituuu, pantesan aku ngerasa tangan aku kaya kenceng banget pegangannya ternyata garagara itu, maaf ya tadi aku gasadar soalnya aku kalo udah dengerin musik kaya gitu.”
Justin: “iya gak apaapa babe, sekarang aku bingung kita pulang kerumah gimana aku takut ada paparazzi lagi”
Sheila: “AKU TAUUUU!!!”
Justin: “apaapaapa?”
Sheila: “gimana kalo aku minta dijemput sama pak jefri?”
Justin: “naaah ide bagus!!!”
Sheila: “okedeh aku telfon dia sekarang”

Sheila mengeluarkan hp nya dari saku celananya dan mulai menekan beberapa nomor, akhirnya dia pun menekan tombol “call” dan telfon pun diangkat. Dari kejauhan sana pak jefri mengangkat telfon dari Sheila…
Pak jefri: “iya non?”
Sheila: “pak bisa jemput saya ga?”
Pak jefri: “jemput dimana non? Kapan?”
Sheila: “sekarang, di Mcd tempat biasa aku beli BigMc”
Pak jefri: “ooh yang gak jauh dari rumah kan non?”
Sheila: “iyaa cepetan sekarang ya pak saya tunggu!”
Pak jefri: “oke non”
Pak jefri menekan tombol merah pada hp nya dan langsung lari ke garasi tempat mobil ungu Sheila disimpan, dan pak jefri pun sudah dijalan….

Justin benerbener stress pada saat itu dia takut kalo dia akan diomelin sama usher, soalnya paparazzi otomatis akan tau Justin itu ternyata punya rumah di Atlanta dan parahnya lagi Justin punya pacar cewe biasa bukan artis sama seperti dia.
Sheila hanya bisa ngerangkul Justin sambil ngomong “Justin jangan khawatir, aku minta maaf juga ya sama kamu garagara aku kamu jadi ketauan paparazzi. Coba tadi kita gak ke McD pasti semuanya gaakan jadi kaya gini” dan Justin hanya menjawab “ngga ini semua bukan salah kamu, kan aku yang ngajak kamu ke McD”.
Setelah kurang lebih 15 menit Justin dan Sheila menunggu, pak jefri pun datang dengan mobil jaguar ungu punya Sheila dengan foto Justin Bieber disisi kanan dan kiri mobilnya.
Tanpa basa-basi lagi Justin dan Sheila langsung membawa skateboard mereka masingmasing dan masuk kedalam mobil tersebut.
Pak jerfi: “oohh ada Justin juga non?”
Sheila: “iya pak”
Pak jefri: “non tadi kesini naik apa?”
Sheila: “aku naik skateboard, udah pak nanti aja ya pak ngomongnya saya pusing!”
Pak jefri: “iya non”

Justin hanya terdiam dan mikirin masalah tersebut, Justin ngerasa dia pasti akan dimarahi abisabisan sama usher dan akan dikasih hukuman sama scooter and mom pattie, dan Justin juga yakin Kenny yang tadinya super duper baik sama dia akan berubah jadi sosok yang galak yang ngga akan pernah memperhatikan Justin lagi.
Sheila merasa sedih sekali karena ngeliat Justin yang murung terus, Sheila bingung harus ngapain, akhirnya Sheila dan Justin hanya terdiam di keheningan didalam mobil Sheila.

---------------

Pak jefri langsung memberhentikan mobil persis didepan rumah Justin, Justin pun masih merenung mikirin masalah itu dan dia pun sampai tidak sadar kalo dia udah sampe depan rumahnya. Akhirnya Sheila memecahkan lamunan Justin…
Sheila: “hey Justin” sambil megang pundaknya Justin
Justin: “oh hey, udah sampai ya?”
Sheila: “kamu bengong terus aku jadi sedih”
Justin: “oooww jangan sedih babe, ini juga akan berlalu ko! Tenang aja ini semua salah aku jadinya kamu gaperlu ikutan sedih”
Sheila: “tapi… tapi… tapi…”
Justin: “sssttttt” sambil nempelin jari telunjuknya di bibir Sheila
Sheila: “okay, I always beside you Justin”
Justin: “thank you shawty”

Sebelum Justin turun dari mobil Sheila, Justin memeluk Sheila terlebih dahulu setelah itu mencium kening dan pipi Sheila, sambil berbisik “I LOVE YOU” di kuping Sheila. Pada saat itu Sheila merasa yakin kalo Justin akan baikbaik aja.

Justin pun turun dari mobil Sheila sambil melambaikan tangannya ke Sheila. Pada saat mobil sudah masuk garasi rumah Sheila, Sheila pun mencoba untuk melihat kearah rumah Justin, ternyata Justin sudah tidak ada didepan rumahnya, Justin sudah masuk kerumah.

Karena udah jam 09.00 malem Sheila memutuskan untuk langsung tidur tanpa mandi karena gak tau kenapa Sheila merasa sangat capek sekali pada saat itu.

-------------------

Pada saat Justin masuk kerumah, keadaan rumah masih normal seperti biasanya. Mom Pattie sedang nonton tv diruang tengah, Usher dan Scooter sedang berbicara mengenai konser Justin, dan Kenny pun sudah terlelap dalam mimpinya di sofa ruang tengah. Pada saat itu Justin merasa tenang dan biasa saja. Akhirnya Justin pun langsung menuju kamarnya dan langsung tertidur tanpa mengganti baju.

keesokan paginya Justin merasa tenang dan dia merasa seperti tidak ada apaapa, Justin pun langsung membuka pintu kamarnya dan segera turun kebawah, pada saat Justin sudah sampai dibawah Justin sangat kaget, kaget sekaget2nya, dia gapernah mikir kejadian kemaren akan menjadi separah ini…..

TO BE CONTINUED

Bieber Story

Part 6


Kreeeeeeeek... (terdengar suara pintu)

Pada saat suara pintu berbunyi Justin dan Sheila yang semula sedang kissing dengan saling bertindihan, langsung sontak kaget dan berdiri sambil merapikan pakaian dan rambut masing-masing. Pada saat Sheila dan Justin menengok ke samping ternyata itu adalah Scooter, Usher, Kenny, dan Pattie. Sheila kaget banget dia gak nyangka dia bisa ketemu orang-orang tersebut secara langsung dan tanpa diduga-duga. Sheila mulai merasa lemas pada kakinya dan pandangan Sheila pun mulai kabur akhirnya Sheila pingsan. Untung saja Justin dengan sigap dan cepat memegangi Sheila sehingga shiela tidak sempat jatuh ke lantai.

Justin ngerasa senang bangeeet soalnya dengan pingsannya Sheila dia pasti gak akan sempet diomelin. Justin juga ngerasa takut banget kalo ternyata selama dia kissing dengan Sheila, Usher, Scooter, Kenny, dan Pattie sempat melihat. Justin sempet ngelamun karena mikirin itu, tiba-tiba lamunan Justin terpecah karena Usher menepuk pundaknya Justin dan berkata
Usher: “OMG, what happen to her?” dengan suara perduli
Justin: “maybe she was shock because she meets you all in person!”
Usher: “oh… um okay Justin go ahead bring her to my bedroom!”
Justin: “WHAT? Your bedroom?” dengan suara kaget
Usher: “NO JB, I’m just kidding! Haha” sambil tertawa
Karena Pattie denger tentang Sheila mau diletakkan dikamar siapa akhirnya Pattie menyarankan agar Sheila diletakkan dikamarnya saja.
Pattie: “Justin! Bring Sheila to my bedroom! That’s a good choice!”
Justin: “ah? Why mom? I wanna bring her to my bedroom” dengan suara ngelak
Pattie: “NO!” dengan suara membentak dan Pattie terlihat marah pada saat itu
Justin: “okay mom -_-” dengan muka sedih, sambil menggotong Sheila menuju kamar pattie.

Setelah sampai dikamar Pattie, Justin langsung meletakkan Sheila ditempat tidur dan mengelus pipi Sheila. Justin memperhatikan wajah Sheila yang berkulit putih, berhidung mancung, bibirnya yang berwarna pink, dan rambut Sheila yang tergerai panjang berwarna coklat. Pada saat Justin memperhatikan wajah Sheila dengan sangat dalam, Justin berbicara dalam hati “Sheila you are the best girl I’ve ever had! You are more beautiful, more nice, more everything than Caitlin. I promise I will never make you upset and I will never let you go. I’ll always protect you as much as I can and I’ll always try to makin’ time for you because you are so special Sheila! You are the third girl in my heart after my mom and Jazzy, and you are so important to me! I LOVE YOU” Justin pun mengecup kening Sheila dengan sangat lembut, setelah itu dia meninggalkan Sheila dan membiarkannya tetap pingsan dikamar Pattie. Justin langsung berjalan menuju kamarnya, ternyata dikamar Justin sudah ada Kenny yang sedang bermain video game sambil duduk di sofa yang berwarna dark purple milik Justin. Dengan wajah yang agak sinis, Kenny pun langsung memulai pembicaraan.
Kenny: “hey Justin!” wajah muram
Justin: “yoo, why you look so angry?”
Kenny: “no, I’m not! I just want to talk something important with you”
Justin: “what? Tell me! Tell me!” suara bersemangat
Kenny: “um before I open the door, I saw you and Sheila are kissing down the floor and I really shock when I saw that because that’s the first time I saw you kiss a girl”
Justin: “HAH? WHAT THE HELL? Are you really sure you saw we both kissing?” dengan nada kaget
Kenny: “yeah because the window was still opened, so I can saw you”
Justin: “OMG I’m so embarrassed, I’m sorry Kenny please don’t tell this to anyone!”
Kenny: “that’s okay Justin”
Justin: “hey what about Usher, Scooter, and my mom? Did they saw me?”
Kenny: “they didn’t saw you!” dengan nada memberi hiburan
Justin: “OH GOD THANK YOU VERY MUCH” sambil sujud-sujud (bayangin)
Setelah mereka selesai mengobrol, bercanda, dan bermain video game. Justin ketiduran sambil megang stick xbox ditangannya. Kenny pun mengambil stick xbox itu dari tangan Justin dan meletakkannya dimeja dimana xbox itu diletakkan. Setelah itu Kenny pun mengangkat Justin untuk memindahkannya ke tempat tidur.


Pattie masuk kekamarnya dan pattie pun melihat Sheila yang masih pingsan. Pattie pun mencoba untuk membangunkan Sheila
Pattie: “Sheila, honey wake up!” sambil menepuk-nepuk pipi Sheila
Setelah beberapa menit pattie mencoba membangunkan Sheila, akhirnya Sheila pun bangun
Sheila: “where is it?” sambil megangin kepala karena Sheila merasa pusing
Pattie: “hey, you are in my room” sambil senyum
Sheila: “hah? Pattie?” dengan suara kaget
Pattie: “yeah I’m Justin’s mom”
Sheila: “ah I just can’t believe!” dan Sheila pun memeluk Pattie
Pattie: “um honey I want to talk something so important to you!”
Sheila: “what? Okay tell me!” sambil melepas pelukannya
Pattie: “um I think Justin is really fall in love you, just because of you, he forget about anything even Caitlin. he was forget about Caitlin after he knows you. And he choose you to be his girlfriend, and now I wanna ask you! Did you really love my son? You don’t mean to use him right?” dengan nada yang serius
Sheila: “of course I love your son with all my heart, I never thought I will fall in love with your son like this, but this love is pure from my heart, I promise I will never make him upset because I love him” dengan nada menyentuh
Pattie: “okay don’t broke your promise hon because I believe in you” sambil senyum dan meluk Sheila
Sheila: “okay um”
Pattie: “oh yeah you can call me mom!”
Sheila: “ah okay mom” dengan nada gembira


Keesokan paginya sekitar jam 08.00 Pattie sudah bangun dan dia melihat kearah samping, dia kageeet karena Sheila sudah gaada Sheila menghilang. Karena panik akhirnya Pattie langsung membuka pintu kamarnya dan langsung berteriak “SHEILAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”
Karena suara teriakaan Pattie terlalu keras Justin pun terbangun akhirnya Justin keluar kamar dan bertanya
Justin: “hey mom, your voice is disturbing me!” dengan suara orang ngantuk (bayangin)
Pattie: “Justin! Where is Sheila?” dengan nada panik
Justin: “hah? SHEILA? She was slept with you last night! Aahh where is her!”
Pada saat itu Justin ikutan panik dia sampe garukgaruk kepala dan mondar-mandir. Karena Justin terlalu panik sehingga pas dia mondar-mandir itu dia kepeleset dan kepala Justin pun terbentur dinding.

JEDUUGG *suara kepala Justin terbentur dinding

Justin: “aaahhh it’s sick mooooom”
Pattie: “aah Justin makanya jangan petakilan” sambil megangin kepalanya Justin
Justin: “sorry mom I’m too much worry”
Pattie: “okay but you alright?”
Justin: “yeah I’m alright!”
Tiba-tiba ada suara cewe nyanyi One Time suara itu lembut banget “your world is my world, and my fight is you fight, my breath is your breath, and your heart”
Justin dan Pattie sama-sama mendengar suara tersebut dan Justin pun memutuskan untuk turun tangga dan Pattie pun mengkutinya dari belakang.
Pas mereka sampai dibawah ternyata itu adalah Sheila yang sedang menyiapkan sarapan pagi sambil bernyanyi, dimeja makan pun sudah tersedia banyak makanan yang Sheila siapkan.
Justin: “aahh Sheila my princess! You serving all of this?”
Sheila: “yes I am” dengan senyuman
Justin: “aah your smile is killing me!” (sumpah ini Justin lebay)
Sheila: “hahaha you are so funny Justin!”
Tiba-tiba Pattie langung ikutan nimbrung dan menanyakan sesuatu
Pattie: “sheila kenapa kamu tiba-tiba menghilang?”
Sheila: “sorry mom I don’t mean to make you worries, I just want to serve a breakfast for my mom and my boy” dengan senyuman
Pattie: “oh, that’s okay tapi jangan kaya gitu lagi ya lain kali kamu bilang dulu soalnya kamu bikin kita panik”
Sheila: “okay!”
Pattie: “oke kalian berdua disini aja yaa mom mau mandi, JUSTIN! Inget jangan macem-macem!”
Justin: “OKAY MOM!” sambil hormat (y)
Karena Justin daritadi emang udah ngerasa gemes sama Sheila gara-gara Sheila ngomong “my boy” akhirnya Justin langsung meluk Sheila dari belakang (bayangin)
Justin: “I GOT YOU MY BUNNY!”
Sheila: “what? Haha I love you Justin!”
Justin: “ah I love you too” sambil nyium kening Sheila
Akhirnya mereka berdua pun sarapan dan selama sarapan itu Sheila bener-bener salting karena Justin ngeliatin dia terus, dan sesekali Sheila mengatakan “stop starring at me Justin! You make me like I’m in the juicer!” dan Justin pun selalu tertawa pada saat Sheila mengatakan kata-kata tadi.
Setelah mereka selesai sarapan Sheila langsung bergegas ke kamar pattie, dan pada saat dia sampai dia melihat handphone nya sedang berdering pada saat Sheila melihat ke hp nya ternyata “homie” yang menelfonnya dan Sheila pun sudah yakin kalo orang rumahlah yang menelfonnya. Akhirnya Sheila pun mengangkatnya
Sheila: “yaaa”
Bi Emma: “non dimana? Ko gak pulang semalem? Non saya cariin, tadinya saya mau nyari non kerumah Justin Bieber itu tapi saya gak jadi soalnya saya udah ngantuk, jadi saya nelfon non aja.”
Sheila: “oh iya gapapa bi, aku dirumahnya Justin ko. Oia bi gaada temenku yang nelfon kerumah kan? Pokoknya siapapun orangnya yang nanyain tentang aku, jangan pernah bilang aku lagi main dirumah Justin dan jangan pernah bilang kalo Justin itu tinggal disebelah rumah kita!”
Bi Emma: “oke deh non!”
Sheila: “oke bi aku sebentar lagi pulang kerumah ko!”
Bi Emma: “oke non!”
Sheila pun menekan tombol merah pada hp nya, setelah itu dia berbalik badan ternyata selama dia berbica ditelfon Justin ada dibelakangnya dan mendengarkan semua percakapannya dengan Bi Emma, Justin pun bertanya
Justin: “who’s Emma?”
Sheila: “she’s my house maid”
Justin: “oh, um why you said you don’t want anyone else know about my house?”
Sheila: “because I don’t want you to move from this house, I don’t wanna be far with you”
Justin: “awww you are sweet”
Sheila: “aww Justin” sambil senyum
Setelah mereka mengobrol sambil saling ber-flirty akhirnya Sheila bilang ke Justin kalau dia harus pulang
Sheila: “Justin I should go home now!”
Justin: “but I still miss you!”
Sheila: “me too, tapi aku takut orang rumah khawatir!”
Justin: “um okay, oia aku boleh main dirumahmu?”
Sheila: “BOLEEEHH!!! Eh tapi kamu gak sibuk hari ini?”
Justin: “ngga aku free! Kalo aku ada kesibukan pasti Kenny udah bangunin aku pagi banget”
Sheila: “oh okay, oia kamu mandi dulu yaa aku tungguin!”
Justin: “okeee, oia kamu mau ikut?” sambil ngedipin mata
Sheila: “aaahh Justin apaan siiihh” dengan suara imutnya Sheila
Justin: “hahahaha okay wait for me ya shawty”
Sheila: “okay”
Sheila pun menunggu Justin sambil menunggu Justin, Sheila memainkan hp nya dan membuat beberapa status di twitternya
“waiting him”
“ah I just can’t believe I slept at his house last night”
Status Sheila banyak sekali yang nge-RT beberapa temannya menanyakan “kamu nginep dirumah siapa tadi malem?” untungnya Sheila pinter ngeles akhirnya Sheila jawab “I’m in my uncle house, I miss him soo much long time no see him”
Setelah kurang lebih 20 menit Sheila menunggu Justin mandi, akhirnya Justin pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan t-shirt putih dan celana jeans pendek yang agak sobek-sobek plus rambut Justin yang masih agak basah.
Sheila: “WOOOOWW you look so cool I’m freezing!”
Justin: “haha let me hug you!”
Sheila: “noo I’m just kidding :p”
Justin: “haha okay let’s go to your house!”
Sheila: “okay!”

Sheila dan Justin menuruni tangga sambil bergandengan, Pattie yang sedang makan di meja makan merasa sangat senang karena melihat Justin dan Sheila yang terlihat sangat bahagia berdua. Pattie pun merasa curiga karena Justin berpakaian gak seperti biasanya, dan Justin pun terlihat habis mandi, Pattie pun menanyakannya
Pattie: “Justin, where will you go?”
Justin: “sheila’s house! Can i?”
Pattie: “of course you can!”
Justin: “yeeesss!!!!” sambil nyium pipi Pattie
Pattie: “um Sheila are your parents home? Because I wanna meet them!”
Sheila: “sorry mom, they’re so busy they are not home!”
Pattie: “oh that’s okay maybe next time”
Sheila: “okaaay”
Justin: “okay byee mom!!!”
Justin langsung menggandeng Sheila dan langsung merangkul Sheila, mereka berdua berlari menuju rumah Sheila, setelah mereka sampai kebetulan pintu rumah Sheila tidak terkunci akhirnya Sheila pun langsung membuka pintu rumahnya. Pada saat Justin dan Sheila masuk ke rumah, Bi Emma langsung menghampiri mereka berdua
Bi Emma: “akhirnya non pulang juga!”
Sheila: “iya bi! Oia kenalin ini pacar aku!” dengan suara santai
Justin: “I’m sheila’s boyfriend” sambil senyum ke bi emma
Bi Emma: “oh yea I’m a house maid in this house!”
Justin: “oh okay!”
Sheila: “bi tolong buatin Justin minum yaa”
Bi Emma: “oke non!”
Sheila langsung mengajak Justin ke ruang TV pada saat sampai diruang TV Justin langsung duduk di sofa yang warnanya ungu, itu adalah sofa Sheila maksudnya sofa kesayangan Sheila. Sheila ngerasa seneng banget sofa kesayangannya bias diduduki oleh orang yang dia sayang. Akhirnya Sheila pun memutuskan untuk mandi
Sheila: “Justin kamu tunggu disini ya sekarang gantian aku mau mandi”
Justin: “oke aku tunggu kamu disini ya sambil nonton TV”
Sheila: “okaaaaaaay”
Sheila pun pergi kekamarnya dan dia mandi.

Justin pun menyalakan TV nya dan mulai menikmati acara TV tersebut, tidak lama kemudian Bi Emma datang membawakan milk shake strawberry dan Justin mengatakan “thank you” setelah hampir setangah jam Justin menunggu Sheila, Justin merasa dia butuh untuk menyusul Sheila, akhirnya Justin pun memberanikan dirinya untuk menaiki tangga rumah Sheila dan setelah sampai lantai atas, Justin menemukan sebuah pintu yang berwarna ungu, dan dari situlah Justin tau kalo itu kamar Sheila, Justin tidak mengetok pintu kamar tersebut, Justin langsung membuka pintu kamarnya dan ternyata kamar itu tidak dikunci. Pada saat Justin membuka Justin kaget sekali dan dia sampai bilang “WHAT THE HELL? AAAAAA”

TO BE CONTINUED 

Bieber Story

part 5



Caitlin: “hey baby what’s up? I miss you Justin! Why you don’t call me? We haven’t talk almost 2 weeks”
Justin: “I miss you too Caitlin, sorry I’m bussy!”
Caitlin: “so can we meet now? I miss you so much!”
Justin: “sorry I can’t um I wanna say something important to you!”
Caitlin: “just say it to me” dengan suara lembut
Justin: “sorry Caitlin, I think we must be done! It’s over, I’m no longer your boyfriend” dengan suara agak sedikit gugup
Caitlin: “what? I know you kidding me!” dengan suara nangis tapi masik sok ketawa
Justin: “I’m not kidding okay? Sorry Caitlin I think I’m not the good one for you! Better find yourself another guy” dengan suara memberi semangat
Caitlin: “but, I love you Justin” nangisnangis
Justin: “I love you too but as friend”
Caitlin: “okay, thanks for everything! Goodbye!” dengan suara pasrah dan nangis banget!
Tanpa bales katakata dari Caitlin, Justin langsung menutup telfonnya dan memasukkannya kembali kekantongnya. Sheila sempet marah sama Justin pas Justin ngelakuin itu soalnya Sheila itu mikirin banget perasaannya caitlin. tapi mau gimana lagi, Justin benerbener udah gaada rasa lagi sama Caitlin dan Justin maunya Sheila yang jadi pacaranya. Dan akhirnya giliran Cody menelfon Caitlin…
“Tuuut…tuuut…tuuut…” suara panggilan keluar yang dilakukan Cody untuk menelfon Caitlin akhirnya telfonnya pun diangkat
Walaupun dengan suara yang masih agak sedih dan Caitlin masih menangis, akhirnya Caitlin mengangkat telfonnya tanpa melihat ke hp nya siapa yang menelfonnya.
Caitlin: “ya” sambil masih menangis
Cody: “um Caitlin, what happen to you? Are you crying?” dengan suara care
Caitlin: “who are you?” dengan suara heran
Cody: “it’s me! Cody! You didn’t save my number?”
Caitlin: “I save it but sorry Cody I didn’t see who’s call me, I straight to answer it”
Cody: “okay, but why you cry?”
Caitlin: “Justin” ngomong justinnya tuh sambil benerbener nangis kaya tersiksa
Cody: “what happen to him? Just tell me!”
Caitlin: ceritaaa semuanya apa yang udah diomongin Justin barusan ditelfon sambil nangis2 ceritanya dan pada saat Caitlin udah selesai cerita cody langsung nyanyiin Caitlin lagu
Cody: “girl don’t you cry your heart out, let me stop before you start out, don’t need his explanations no, cause he don’t really wanna know about the way you feeling now cause I’m the one who’s here for you. NO DOUBT! So don’t you cry your heart out” nyanyinya dengan suara lembutnya cody
Caitlin: “aw sweet” suara seneng dan sama sekali udah gak nangis
Cody: “so, don’t cry your heart out again Caitlin!”
Caitlin: “okay, thank you Cody! I feel much better now!”
Cody: “I think you should be my girlfriend all day” sambil nyanyi
Caitlin: “ah? You kidding me?” dengan suara kesenengan
Cody: “I will do anything to be with you there’s nothing in the world to make me be give up girl” sambil nyanyi lagi
Caitlin: “ah Cody you are sweet!”
Cody: “haha thanks, so I ask you once again. Do ya wanna be my girlfriend?”
Caitlin: “um actually I’ve been fall in love with you since the first time we met”
Cody: “ah? Are you sure? Me too!!”
Caitlin: “I’m sure, and yes I wanna be your girlfriend and I wish it will be the good way for me and you” dengan suara seneng
Cody: “okay I’ll go to your house now!”
Caitlin: “hey for what?”
Cody: “I wanna met my girl”
Caitlin: “ah okay, I’m waiting for ya”
Cody: “okay byeee”
Akhirnya Cody nutup telfonnya dan Cody langsung kesenengan karena dia sekarang udah benerbener jadian sama cewe yang dari dulu emang dia dambakan. Karena saking kesenengannya yang tadinya Justin sama Sheila lagi diemdieman karena mereka masih marahan, Cody langsung ngagetin mereka berdua dan langsung meluk mereka berdua. Akhirnya Justin, Cody, sama Sheila berpelukan bertiga. (aw sweet bayangin yaa)
Cody: “thank you fellas!”
Justin: “sooo you and Caitlin are in a relationship now?”
Cody: “yeessss, thank you very much Justin! Sorry if all of this time I always think that you are bad, and that’s wrong! You are my bestfriend now!”
Justin: “okay yeah we’re bestfriend hahaha” sambil nepuk2 pundaknya Cody
Sheila: “HELL-O no one respect me!” Sheila kekeselan garagara dicuekin
Dengan cepat Cody langsung menghampiri Sheila yang lagi duduk di trotoar dan meninggalkan Justin yang sedang berdiri di taman depan rumahnya
Cody: “oh Sheila sorry, I didn’t mean to hurt you! I love Caitlin”
Sheila: “WTF! I’m not hurt! And I’m not in love with you!”
Cody: “but you like me right? we’re berstfriend alright?”
Sheila: “NOPE! NOPE! NOPE!”
Cody: “why?” dengan suara sedih
Sheila: “because of you me and Justin are fight” dengan suara sedih
Cody: “I’ll help you!” dengan suara bersemangat
Sheila: “ah? Are you sure?”
Cody: “yeah!” sambil ngedipin matanya dan ngerangkul pundaknya Sheila
Akhirnya Cody sama Sheila jalan menuju justin yang sedang berdiri didepan rumahnya, Sheila mencoba menjelaskan semuanya dan Justin sempet gapercaya apa yang diceritain sama Sheila akhirnya Cody bantuin Sheila untuk ngejelasin semuanya ke Justin dan akhirnya Justin pun percaya. Justin dan Sheila pun pelukan didepan Cody. Sheila sama Cody pun jadi bestfriend sekarang. Dan akhirnya Cody bilang dia ingin pergi kerumah Caitlin karena sebenarnya Caitlin sama Cody emang udah lama gak ketemu jadi Cody katanya mau sekalian ngasih Caitlin surprise.
Cody: “okay you both are a couple now! So don’t ever broken! Okay?”
Justin: “okay, thank you Cody! Take care of caitlin! Hahaha”
Sheila: “hah? I’m not justin bieber’s girlfriend cody!” dengan suara kaget
Cody: “haha I know but you will be, okay see you both soon byeeee” sambil masuk kemobilnya
Justin: “yes she will be! Hahaha byee cody!”
Sheila: “byee cody!”

Pas Cody udah masuk mobilnya dan udah jalan, Justin langsung ngajak Sheila masuk kerumahnya. Dirumah Justin benerbener gaada siapasiapa dan pas didalem rumah tepatnya di ruang tengah dimana waktu itu sheila diletakkan pada saat sheila pingsan, justin langsung nembak sheila
Justin: “sheila I wanna ask you something and I wish your answer is yes” sambil berlutut didepan sheila dan sambil megang tangannya sheila
Sheila: “okay, just ask me” dengan senyuman
Justin: “do you wanna be my girlfriend?” dengan senyuman maut nya justin (bayangin)
Sheila: sheila bingung harus apa pada saat itu, dia ngerasa lemes capur seneng campur terharu karena dia gapercaya kalo selama ini dia yang selalu ngomong kaya gitu ke justin (posternya) sheila selalu bilang “justin would you be my boyfriend?” eh sekarang justin asli ngomong dihadapannya kaya gitu sambil senyum dengan senyuman mautnya. Dan pada saat sheila menatap wajah justin sangat dalaaaam banget natapnya dia jadi inget gimana waktu mereka pertama kali ketemu dan ditelinga sheila seperti masih mendengar suara justin yang menyanyikannya lagu Favorite Girl. Karena sheila bingung harus jawab apa dan dia juga udah kelewat batas senengnya akhirnya tanpa sadar sheila langsung megang tangannya justin dan langsung bantuin justin berdiri dan sheila langsung meletakkan tangannya di pundak justin, justin pun mendekat sheila pun mendekat and yes they are kissing. Pas mereka selesai kissing mereka berdua langsung pelukan dan sheila pun ngomong
Sheila: “um yeah I think I don’t have to answer your question! Because you’ve already know the answer is”
Justin: “so you wanna be my girlfriend?”
Sheila: “yessss”
Justin: “aw thanks (sambil nyium kening sheila) and did you wearing a cerry lipgloss?”
Sheila: “hah? No it’s grape lipgloss” sambil meletin lidahnya
Justin: “hahaha you kidding me! I know what it taste like!”
Sheila: “hahaha okay Mr. Taste Lipgloss”
Justin: “ah? What? Hahahaha”
Akhirnya mereka bercanda main kelitik2an dan sheila akhirnya kepeleset dan justin pun ikutan kepeleset, mereka jatuh dilantai dengan posisi saling menindih. Justin di atas dan sheila dibawah akhirnya mereka kissing lagi dan agak lama durasinya. Pada saat mereka sedang kissing tibatiba ada yang buka pintu rumah justin dan seperti banyak sekali orang yang masuk kedalam rumah justin, justin dan sheila pun langsung bangun dan pada saat mereka bangun ternyata itu adalah Pattie, Scooter, Usher, dan Kenny yang baru aja pulang dari kantornya Usher dan mereka pun kaget karena ada Sheila ada dirumah itu.
TO BE CONTIUED