Part 10
Sheila benerbener lemes pada saat ngeliat foto Justin dan Selena yang lagi makan ice cream berdua dibawah pohon, dia mau nangis juga udah gabisa soalnya air matanya udah abis akhirnya Sheila langsung terkulai jatuh didepan macbook nya dan tangannya menyenggol gelas yang ada disamping macbooknya sehingga gelas itu terjatuh dan pecah.
Bi Emma mendengar ada suatu barang yang pecah dan suara itu berasal dari atas, bi emma langsung cepetcepet ngecek keatas dan pada saat bi emma ngebuka pintu kamar Sheila, bi emma kaget banget soalnya Sheila posisi tidurnya kepalanya hambir menyentuh lantai dan tangannya Sheila pun berdarah karena kena cipratan kaca gelas yang pecah. Bi emma udah yakin kalo Sheila itu pingsan soalnya dia sendiri tau kalo Justin dan Selena itu fotonya udah tersebar karena berita itu sampe masuk TV.
Bi emma langsung mindahin posisi Sheila dan langsung turun kebawah untung ngebawain Sheila minuman dengan gelas yang baru + kotak P3K. Pada saat bi emma masuk ke kamar Sheila lagi, Sheila masih tertidur. Sheila memang terlihat sangat lemah sekali pada saat itu, wajahnya pucat sekali. Bi Emma pun langsung membersihkan luka yang ada ditangan sheila dan memerbannya.
Akhirnya setelah beberapa menit bi emma nungguin Sheila untuk sadar Sheila pun sadar pada saat sadar Sheila langsung nangis kenceng banget dan langsung meluk bi emma sekencang-kencangnya.
Sheila nangis sampe terseguk-seguk, Sheila ga bicara apaapa karena dia benerbener udah gak kuat lagi untuk bicara yang bisa dia lakukan hanyalah menangis.
Bi Emma: “non Sheila? Kenapa nangis non? Kangen sama nyonya dan tuan?”
Sheila: *hanya nangis sesegukan*
Bi Emma: “non jangan nangis sampe kaya gini dong non, bibi juga ikut sedih kalo non sampe gamau makan, sampe gamau keluar kamar kaya gini”
Sheila: “JUSTIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN” *sambil teriak dan nangisnya makin keras*
Bi Emma: “Justin kenapa non?” *dengan nada kaget*
Sheila: “Justin ninggalin aku dan dia selingkuh”
Bi Emma: “selingkuh sama selena?”
Sheila: “ko bibi tau?”
Bi Emma: “beritanya tadi masuk ke TV ko non, mereka makan ice cream dibawah pohon kan?”
Sheila: “iyaaaaaaa bibi huaaaaaaa” *tangisannya semakin meledak
Bi Emma: “udah non, udah! Non jangan nangisin orang yang sama sekali gak mikirin non saat ini, kalo Justin tau non nangis garagara dia nanti dia malah besar kepala non! Dia malah seneng!”
Sheila: “nggak! Justin gak kaya gitu! Aku tau dia!”
Bi Emma: “tapi emang kenyataan nya kaya gitu non! Sebenernya dari pertama bibi tau kalo non sama Justin punya hubunga khusus, perasaan bibi udah gak enak.”
Sheila: “maksud bibi?” *sambil ngelap air mata*
Bi emma: “iya non, bibi punya perasaan kalo non itu akhirnya akan sakit hati dan hancur, sekarang bener semua itu jadi kenyataan”
Sheila: “kenapa bibi gak bilang dari dulu sama aku?”
Bi emma: “karena bibi gak mau kalo non bilang bibi suka ikut campur urusan non makanya bibi terpaksa diam”
Sheila: “yah bibi sekarang aku udah terlanjur hancur jadinya gimana dong-_-”
Bi emma: “non harus bisa ngelupain dia, bibi tau itu semua susah tapi non jangan terpaku sama dia, non sadar ga kalo non itu cantik jadi non bisa nemuin cowo yang lebih daripada Justin!”
Sheila: “NGGA! JUSTIN ITU SEMPURNA” *sambil teriak dengan air mata yang berlinang lagi*
Bi Emma: “tapi non…”
Sheila: “udah bibi keluar aja aku butuh waktu sendiri, aku laper ambilin makanan dong bi!”
Setelah Sheila berbicara seperti itu ke bi emma, bi emma langsung turun kebawah dan mengambilkan Sheila makanan, setelah diambilin dan dianterin kekamar Sheila, bi emma langsung keluar kamar Sheila dengan perasaan yang sangat sedih karena bi emma bisa ngerasain apa yang sedang dirasakan sama Sheila sehingga ia menjadi ikut sedih.
Seketika Sheila langsung menyantap makanan nya sampai piringnya benarbenar bersih tanpa ada sisa makanan, setelah selesai makan Sheila langsung menenangkan dirinya berendam di bathup nya yang penuh dengan busabusa berwarna ungu.
Setelah selesai mandi Sheila mempunyai rencana untuk pergi jalanjalan ketaman naik sepeda. Akhirnya Sheila pergi ketaman dengan menggunakan T-Shirt berwarna ungu putih dan celana jeans selutut.
Sheila pun mengeluarkan sepeda ungu nya dari garasi rumahnya dengan perasaan yang masih sangat sedih, Sheila pun berjalan menuju taman sambil melewati rumah Justin tetapi rumah itu sudah berubah, semuanya terlihat sangat hampa dan ada tulisan “FOR SALE”. Seketika air mata Sheila jatuh dari kelopak matanya, dia tidak kuat menahan semuanya, bayangan tentang Sheila dianter pulang sama Justin, main air sama Justin, larilarian sama Justin, sarapan bareng Justin, berantem sama Justin karena salah paham sama cody, Justin menyanyikannya lagu Favorite Girl, berantem karena Caitlin bahkan ciuman pertama Sheila dengan Justin waktu dirumah Justin. Semua itu masih ada dalam benak Sheila, dan sangat susah untuk dilupakan.
Sesampai Sheila ditaman, Sheila langsung meletakkan sepedanya didepan ayunan dan Sheila pun duduk diayunan tersebut tanpa mengayunnya. Dia hanya diam termenung memikirkan kenangan-kenangannya bersama Justin. Sheila merasa sangat sedih pada saat melihat ada sepasang kekasih jalan melewatinya sambil bergandengan, ada juga yang sambil boncengan disepeda. Pandangan Sheila pun tertuju pada satu tujuan yaitu perosotan, Sheila memperhatikan setiap anak yang menaiki perosotan tersebut, karena perosotan itu sangat besar dan panjang jadi yang menaikinya pun bukan hanya anakanak melainkan remaja seumuran Sheila pun ikut memainkannya. Pada saat Sheila sedang memperhatikan setiap anak yang menaiki perosotan tersebut Sheila melihat ada Justin yang sedang berdiri dibawah perosotan tersebut sambil melambaikan tangan kearah Sheila dan Sheila pun melihat kalo kayu pada perosotan tersebut retak dan hampir patah, Sheila pun langsung berlari kearah Justin dan memeluknya dan pada saat itu juga kayu pada perosotan itu patah dan meniban badan Sheila. Sheila pun terjatuh dan pingsan.
Sheila pun langsung dibawa kerumah sakit karena punggungnya cidera akibat ketiban kayu yang besar. Pada saat Sheila sedang diperiksa oleh dokter, cowo yang dikira Sheila itu Justin sangatsangat panik, dia merasa bersalah sekali sama Sheila karena kalo Sheila tidak memeluknya pasti Sheila tidak akan tertiban oleh kayu tersebut.
Dokter pun keluar dan memberi tahu cowo tersebut kalo tulang punggung Sheila agak sedikit retak tetapi Sheila sudah sadar pada saat itu. Cowo tersebut memutuskan untuk menemui Sheila dan masuk kedalam kamar dimana Sheila dirawat. Pada saat cowo itu masuk, Sheila sangat amat kaget karena yang dilihatnnya bukan Justin melainkan cowo yang sama sekali dia tidak kenal…
Sheila: “who are you? Where’s justin?”
Dave: “I’m Dave, what your name?”
Sheila: “I’m Sheila, where’s Justin?”
Dave: “Justin? Who? You mean Justin Bieber?”
Sheila: “yes!”
Dave: “hey disini gak ada Justin Bieber, kamu mimpi?”
Sheila: “tapi aku liat dia tadi ditaman, dia hampir kejatuhan kayu perosotan dan aku memeluknya karena bermaksud untuk menyelamatkannya! Sekarang mana dia?” *dengan wajah dan suara yang panik*
Dave: “itu semua aku…”
Sheila: “maksud kamu?”
Dave: “cowo yang kamu fikir Justin dan yang kamu selamatkan itu adalah aku, dan aku merasa bersalah atas semua ini, coba kalau kamu nggak menyelamatkan aku, gamungkin kamu ada dirumah sakit ini”
Sheila: “ja-ja-ja-jadi yang ada dibawah prosotan itu bukan Justin?” *dengan mata yang mulai berkaca-kaca*
Dave: “yaa itu aku…”
Sheila: “jadi semua itu hanya bayangannya” *sambil menangis*
Dave sangat bingung apa yang harus dia lakukan pada saat itu akhirnya Dave pun memeluk Sheila dengan sangat erat, begitupun Sheila, Sheila memeluk Dave dengan sangat erat sambil menangis dipundak Dave.
Dave pun melepas pelukannya…
Dave: “gimana? Jauh lebih tenang setelah menangis?”
Sheila: “iyaaaa…” *masih sedikit menangis*
Dave: “don’t cry again girl! You better save your tears for someone in need” *sambil ngelap air mata Sheila*
Sheila: “what? You are so nice to me” *sambil tersenyum*
Dave: “yeah a boy who can’t be nice with a girl is not called BOY but GAY”
Sheila: “haha you are so funny” *sambil tertawa kecil*
Dave: “haha okay, aku pikir kamu harus banyak istirahat, aku tinggal kamu sebentar ya aku mau cari makanan”
Sheila: “TUNGGUUUUUU!!!!!!!” *sambil mencoba bangun dari tidurnya* “AAAAAAAAWWWWWW PUNGGUNGKU SAKIT” *sheila pun berteriak*
Dave: *berlari menghampiri sheila* aku kan sudah bilang kamu istirahat aja dulu”
Sheila: “please tell me what happen to me!!”
Dave: “tulang punggung mu retak dan akan dioprasi nanti pukul 08.00 malam”
Sheila: “WHAT? OPRASI? Aku gak mauuuuuu” *dengan wajah ketakutan*
Dave: “atau kamu mau aku telfon orang tua mu untuk menemani”
Sheila: “JANGAN! Aku gak mau ngebuat mereka semua panik, tapi aku gak punya cukup uang untuk ngebayar semua biaya rumah sakit ini”
Dave: “tenang semuanya aku yang bayar, karena ini semua salahku”
Sheila: “tapi… tapi…”
Dave: “ssshhhh udah kamu gausah merasa merepotkan karena itu semua sama sekali tidak”
Sheila: “are you sure?”
Dave: “yes I’m sure, dan aku yang akan menemani mu selama oprasi berjalan”
Sheila: “okay thank you” *sambil tersenyum*
Dave pun akhirnya pergi meninggalkan Sheila karena dia ingin mencari makanan keluar.
Sheila pun menunggu dave dengan perasaan takut karena dia tau dia akan dioprasi sebentar lagi. Tibatiba dokter dan suster masuk kedalam kamar Sheila…
Doctor: “miss sheila sudah siap untuk oprasi?”
Sheila: “heck no! where’s dave?”
Nurse: “he’s going to the canteen to buy some food for you”
Sheila: “please jangan oprasi aku dulu sebelum dave kembali!”
Dave pun kembali kedalam kamar Sheila dengan membawa beberapa makanan dan minuman. Sheila pun langsung terlihat agak sedikit ceria begitu dave datang…
Sheila: “dave aku siap untuk oprasi asalkan kamu menemani aku sampai oprasinya selesai! Kamu gaboleh pergi kamu harus disamping aku!”
Dave: “aku mau tapi apakah dokter mengizinkan?”
Sheila: “please doctor! I need him to always by my side”
Doctor: “okay saya mengizinkannya disini untuk menemani kamu selama oprasi”
Wajah Sheila pun langsung terlihat sangat bahagia dan pada saat itu rasa takut untuk dioprasi nya sudah sedikit menghilang.
Doctor dan Suster pun membawa Sheila kedalam ruangan oprasi dan dave hanya mengikutinya dari belakang. Pada saat oprasi sudah mau dimulai Sheila sempat bercerita sedikit kepada dave tentang apa yang sedang dia rasakan sekarang.
Sheila: “dave kalo oprasi nya gagal dan aku gabisa terselamatkan, kamu tolong pegang hp ku yang ada dimeja itu ya *sambil nunjuk kearah meja* dan kamu cari nomer hp yang kontak namanya bernama “HOME” itu nomor telfon rumah ku dan tolong hubungi mereka kalo aku sudah ngga ada”
Dave: “what are you saying Sheila? Kamu akan selamat! Aku yakin oprasi nya akan berhasil! Perjalanan mu masih panjang! Optimis dong”
Sheila: “tapi hidupku sudah benarbenar gaada gunanya” *sambil menangis*
Dave: “tidak berarti? Banyak orang yang ingin mempunyai hidup yang lebih panjang kenapa kamu malah ingin menyianyiakannya?” *dengan suara tegas*
Obrolan mereka pun seketika terputus karena dokter dan beberapa suster sudah memasuki ruangan oprasi dan Sheila pun harus sudah siap untuk dioprasi.
Wajah Sheila pun berubah menjadi takut kembali, tetapi dave langsung memegang erat tangan Sheila dan berbisik ke teling Sheila “I’ll be standing right next to you until this surgery is done! Just hold my hand!” Sheila pun merasa tenang, jarum bius pun sudah disuntikkan ke Sheila dan oprasi pun dimulai…………
Setelah hampir 1 setengah jam Sheila dioprasi semuanya pun selesai. Dokter dan para suster sudah mengerahkan semua tenaga mereka pada oprasi Sheila, dan hasilnya pun Sheila selamat.
Sheila masih tertidur karena obat bius nya masih berjalan dan dave hanya bisa menatap wajah Sheila yang sangat pucat dan masih memegangi tangan Sheila, karena dave benar-benar tidak tega untuk melepaskannya. Dave merasa Sheila seperti anak yang benar-benar putus asa dan dave merasa dia harus mengetahui apa penyebabnya.
Dave pun tertidur disamping Sheila dan selama kurang lebih 1 jam Sheila langsung terbangun dari tidur nya, dia merasa masih agak sedikit pusing dikepalanya dan dia melihat kearah sebelah kanannya ternyata Dave sedang tertidur sambil memegangi tangannya. Sheila pun membangunkan dave dengan menggoyangkan tangannya dengan pelan. Dave pun terbangun dan kaget melihat Sheila yang sudah sadar. Sheila langsung memeluk dave dan mereka berdua menangis didalam pelukannya.
Dave: “kamu sudah sadar aku bahagia bangeeeet”
Sheila: “iyaa aku senang, semua yang kamu katakan itu benar! Aku akan selalu mengingat katakatamu itu”
Dave: -speechless-
Sheila: “walaupun aku baru kenal kamu hari ini tapi aku ngerasa aku udah kenal kamu lamaaaaa bangeeet, kamu maukan jadi sahabatku? Kamu mirip seseorang yang sangat berarti dalam hidupku” (dave mirip sama Justin)
Dave: “of course I will be your bestfriend, since the firsttime I met you I already thought that you’ll be my bestfriend, aku mirip seseorang? Siapa?”
seketikatelfon Sheila pun berdering dengan nada ringtone suara Justin Bieber yang sedang menyanyikan lagu one less lonely girl, Sheila langsung berteriak “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA MATIKAN SUARA ITUUUUU!!!! KEPALA KU PUSING!!” dave langsung meraih hp Sheila yang berada di meja dan mengasih ke Sheila dalam keadaan silence, ternyata “HOME” yang menelfon Sheila, dan Sheila langsung mengangkatnya…
Sheila: “iya kenapa?”
Bi Emma: “non dimana? Nyonya katanya mau pulang hari ini! Sekarang udah jam 11 malem non dimana?”
Sheila: “bilang mama aku nginep dirumah keyla”
Bi Emma: “oh non nginep dirumah non keyla, yaudah nanti bibi sampein”
Sheila: “iya makasi ya bi dadaaaaaa”
Sheila langsung menutup telfonnya dan dave melihat kearah Sheila dengan pandangan yang terlihat seperti marah.
Sheila: “dave kamu kenapa?”
Dave: “kamu kenapa berbohong?”
Sheila: “aku hanya gamau membuat mereka khawatir! JUST THAT!”
Dave: “tapi mereka akan lebih khawatir lagi kalo kamu berbohong”
Sheila: “mereka tidak tau kalo aku berbohong”
Dave: “kalo suatu saat nanti mereka tau dan kamu sudah tidak diberi kepercayaan gimana?”
Sheila: “uuummm...”
Dave: “jangan pernah membohongi siapapun karena sekali kamu berbohong kamu tidak akan pernah dipercaya lagi”
Sheila hanya menjawab “ya” pada saat dave menceramahinya, Sheila langsung teringat dengan Justin pada saat dave berkata “jangan pernah membohongi siapapun karena sekali kamu berbohong kamu tidak akan pernah dipercaya lagi”. Sheila merasa Justin sudah menghianati nya dan kepercayaan Sheila terhadap Justin pun menghilang pada detik itu juga. Perasaan sayang, suka, cinta, kagum kepada seorang Justin Bieber sudah berubah menjadi perasaan marah dan kecewa.
Dave: “kamu kenapa bengong?”
Sheila: “hah? Ngga ko!”
Dave: “kamu terlihat murung setelah aku berkata soal berbohong?”
Sheila: “aku gak apaapa”
Dave: “just tell me! remember I’m your berfriend right?”
Sheila: “aku Cuma keinget sama seseorang yang sudah bohong sama aku dan aku merasa benci sama dia sekarang”
Dave: “nah apakah kamu mau dibenci sama seperti dia?”
Sheila: “ngga-_-”
Dave: “nah makanya jangan pernah berbohong ya?”
Sheila: “iyaaaa, thanks dave you make me feel better!”
Dave: “yaa itu gunanya sahabat, kamu gak ngantuk?”
Sheila: “sedikit”
Dave: “ayo kamu harus tidur dan minum obat ini dulu” *sambil memberi obatnya ke Sheila*
Sheila: “iya aku minum obatnya” *sambil meminumnya*
Dave: “nah sekarang kamu tidur karena besok aku mau kamu mendapatkan kabar gembira dari dokter, so kamu harus istirahat yang cukup”
Sheila: “okay! Tapi kamu gak ninggalin aku kan?”
Dave: “ngga aku tidur di sofa itu, oke sekarang kamu tidur yaa” *sambil selimutin Sheila*
Sheila: “good night dave”
Dave: “good night Sheila”
Dave pun berjalan kearah sofa tersebut dan merebahkan tubuhnya. Dave pun terlelap dalam tidurnya dan begitupun Sheila. Mereka tertidur dengan wajah yang samasama tersenyum bahagia karena mendapatkan sahabat baru.
TO BE CONTINUED...
No comments:
Post a Comment