Part 11
keesokan paginya pukul 07.00 dokter dan suster memasuki kamar dimana Sheila dirawat, pada saat dokter dan suster masuk Dave langsung terbangun dari tidurnya.
Doctor: “morning dave..”
Dave: “morning doctor..”
Doctor: “okey saya mau periksa Sheila sebentar ya”
Dave: “oh okay silahkan doctor..”
Sheila langsung terbangun pada saat mendengar dokter berbicara.
Doctor: “oh Sheila ternyata sudah bangun, ayo diperiksa dulu yaa..”
Sheila: “okay aku yakin aku udah sehat dan udah boleh pulang, karena aku udah gak nyaman disini aku kangen kamarku”
Doctor: “hahaha *ketawa kecil* okey sekarang saya periksa dulu yaa”
Akhirnya dokter memeriksa keadaan Sheila dan hasilnya memang sangat memuaskan.
Doctor: “okey sepertinya keadaan Sheila sudah stabil, ini benar-benar diluar jangakauan pikiran saya, karena biasa nya waktu pemulihan membutuhkan waktu yang agak lama, tapi Sheila cukup kuat jadi dia bisa pulang siang hari ini.”
Sheila: “hah? Yang bener dokter?” *dengan wajah yang sangat gembira*
Dave: “hah? Yang bener?” *dengan wajah kaget dan gembira*
Doctor: “iya kamu boleh pulang siang hari ini”
Dave: “thank you doctor”
Suster: “oia sekedar mengingatkan biaya perawatannya sudah lunas karena kemarin dave sudah membayarnya”
Dave: “okey makasi ya suster”
Doctor: “okay dave sheila, saya tinggal yaa”
Dave: “okay doctor and nurse thank you very much!”
Dokter dan suster pun meninggalkan mereka…
Sheila: “dave…”
Dave: “why sheila?”
Sheila: “kamu yang bayar biaya rumah sakit ini? Semuanya?”
Dave: “iyaa, aku gak merasa direpotin ko. I’ll do anything for you because I love you as my bestfriend” *dengan senyumannya*
Sheila: “aww I love you too!!” *sambil meluk dave*
Dave: “okey aku beresin dulu barangbarang kamu ya?”
Sheila: “iyaa, thank you”
Pada saat dave sedang membantu sheila untuk membereskan barang-barangnya suster masuk untuk memberikan sarapan dan obat untuk sheila. Dave langsung mengambil makanan dan obat tersebut dan menaruhnya di meja dekat sheila.
Sheila: “dave aku gak mau makan! Makanannya gak enak, aku mau makanan yang dirumahku. Aku kangen masakan bi emma”
Dave: “tapi kalo kamu gak makan nanti kamu gak boleh pulang” *dave menggurau*
Sheila: “hah? Kalo gak makan aku gaboleh pulang?” *dengan mudahnya sheila percaya*
Dave: “iya, kamu harus makan ya! Aku suapin” *sambil senyum kearah sheila*
Sheila: “okeey”
Dave pun menyuapi sheila, sheila makan dengan sangat lahap walaupun rasa makanan itu tidak seenak masakan bi emma. Sheila benar-benar mempercayai omongan dave, dan sheila memakan makanannya sampai habis.
Dave: “wah, ko gak biasanya ya kamu makan sampai habis kaya gini?”
Sheila: “kalo gak habis nanti aku gak boleh pulang, aku kan kangen sama rumah” *ngomong sambil nguyah*
Dave: “hahaha aku hanya bercanda soal itu” *sambil tertawa kecil
Sheila: “hah? Jadi?” *dengan wajah kaget*
Dave: “hahahaha iya yaudahlah kamu minum dulu ya” *sambil ngasih minuman ke sheila*
Sheila: *meminum minumannya* “oke mana obatnya?”
Dave: “ini” *sambil ngasih ke sheila*
Sheila: *meminum obatnya* “jadi maksud kamu apa?”
Dave: “hahaha kalo kamu gak habisin makanan ini juga kamu tetep boleh pulang ko, yang penting kamu makan dan minum obatnya”
Sheila: “aaaaaaaaaaaaaaaaaaa dave kamuuuuuuuuuuu” *sambil ngelitikin dave* “aku kan jadi kekenyangan”
Dave: “hahaha aku kan hanya bercanda” *ketawa ngakak* “yaudah kamu istirahat ya sebentar lagi kita pulang, aku mau keluar dulu aku mau cari makan diluar”
Sheila: “okeey, jangan lamalama ya dave”
Dave: “okay byeee”
Sheila: “byeeee….”
Dave pun keluar dari kamar sheila dan pergi ke McD yang ada didepan rumah sakit.
Sheila memegangi perutnya yang kekenyangan, tibatiba handphone nya berdering “there’s gonna be one less lonely girl… one less lonely girl..” suara hp nya berdering.
Sheila langsung mengambil hp nya dan melihat “Kenny” yang menelfonnya…
Sheila merasa bimbang pada saat itu, dia benar-benar sudah merasa kecewa sama Justin sehingga rasa kecewanya tertular keorang yang dekat dengan justin, tapi gakada seorang pun yang tau tentang perasaan kecewanya tersebut, hanya bi emma yang tau. Akhirnya sheila pun mengangkat telfon tersebut dengan berat hati.
Sheila: “hello…” *dengan suara datar*
Kenny: “hey sheila, how are you?”
Sheila: “I’m good enough, why you call me?”
Kenny: “wow, you sounds like angry with me?”
Sheila: “no I’m not”
Kenny: “haha okay sheila, aku hanya ingin ngasih tau kabar kalo Justin baik-baik aja disini dan dia kangen sama kamu”
Sheila: “hhhmmm yeah okaaay”
Kenny: “hah? Just that? You don’t missed him?”
Sheila: “hahaha I don’t know, okay Kenny thanks for calling me I’m so busy byeeee”
Sheila langsung menutup telfonnya tanpa menunggu Kenny membalas omongannya, sheila benar-benar sudah tidak mau lagi berhubungan sama segala sesuatu yang menyangkut dengan Justin Bieber.
Sheila pun kembali termenung memikirkan betapa jahatnya Justin, meninggalkannya hanya karena bertemu dengan wanita baru. Air mata sheila pun menetes… tapi sheila sadar kalo dia harus move on, mungkin Justin memang bukan untuknya, karena sebenarnya sheila memang hanya seorang fans dari Justin Bieber jadi sheila merasa dia gak punya hak untuk mengikut campuri urusan hidup Justin. *poor sheila* :’(
Setelah dave selesai menyantap BigMac nya, dave pun membelikan sheila McFlurry rasa coklat. Dibawalah McFlurry itu menuju kamar sheila…
Dave pun sampai dirumah sakit dan dia langsung menuju kamar sheila, pada saat Dave membuka pintu kamarnya, dave kaget karena melihat sheila yang sedang menangis, dave pun langsung mendekati sheila dan menaruh McFlurry nya dimeja dekat sheila.
Dave: “hey sheila what happened to you? Why you crying?”
Sheila: *melihat wajah dave dengan wajah marah karena sheila melihat sosok dave itu sama seperti melihat sosok Justin, pandangan sheila menjadi kabur jadi sheila mengira kalo dave itu Justin* “ JUST GO AWAY!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” *sambil menutup mukanya*
Dave: “what? Hey sheila it’s me dave!!”
Sheila: *langsung membuka matanya* “dave?” *dengan suara pelan*
Dave: “yeah it’s me!!! Come here let me hug you!” *sambil meluk sheila*
Sheila: “please help me to forget about him!” *sambil meluk dave*
Dave: “him? Who’s him?”
Sheila: “pokoknya Bantu aku!!!”
Dave: “oh okay..okay, aku bawain kamu McFlurry, kamu mau?”
Sheila: “manamana?” *sambil ngelepasin pelukannya*
Dave: “ini.. rasa coklat” *sambil ngasih*
Sheila: “kok kamu tau aku suka McFlurry rasa coklat?”
Dave: “hhhmmm aku gatau hanya nebak haha”
Sheila: “hahaha you are the best btw thank you” *sambil makan McFlurry nya
Sheila dan Dave pun bercanda sambil memakan McFlurry itu berdua, mereka terlihat sangat bahagia sekali walaupun dari wajah sheila terpancar sekali seperti ada masalah yang dipendam tetapi sheila mencoba menutupi nya dengan tetap tersenyum dan tertawa bersama dave. Sheila merasa beruntung sekali karena dia bisa menemukan sahabat baik seperti dave.
Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 siang, dave dan sheila sudah siap untuk keluar dari rumah sakit itu, sheila gak bawa barang apaapa, karena dia masuk rumah sakit itu memang hanya membawa handphone saja.
Dave pun membantu sheila berjalan dengan merangkul pundaknya, sebenarnya sheila sudah benar-benar tidak apaapa tapi dave masih agak takut aja.
Sheila pun bertanya-tanya dimana sepeda nya…
Sheila: “dave sepeda ku dimana? Aku mau pulang naik sepeda aja”
Dave: “sepeda mu ada dirumahku, kamu kerumahku dulu ya”
Sheila: “tapi…..”
Dave: “ssshhh…. Udah ikut aku!”
Dave mengajak sheila ke parkiran mobil dan disana sudah terpakir mobil Range Rover berwarna hitam (sama seperti punya Justin). Dave pun membukakan pintu untuk sheila…
Dave: “ayo sheila masuk!”
Sheila: “ini mobil mu?”
Dave: “iya ayo cepet naik, udaranya panas banget ayo masuk”
Sheila: “oke” *sambil masuk ke mobil*
Dave pun masuk juga kedalam mobil. Didalam mobil sepanjang perjalanan sheila hanya diam terbengong-bengong memikirkan karena dia ada didalam mobil Range Rover. Dia merasa sangat heran sama Dave, karena dave itu mirip sama Justin dan apa yang Justin punya, dave juga punya. Sheila mulai curiga jangan-jangan dave adalah BelieberBoy.
Lamunan sheila pun terpecah karena dave mengajaknya bicara…
Dave: “hey, kamu kenapa bengong terus?”
Sheila: “hah, ngga kenapanapa, Cuma gak sabar aja mau cepetcepet sampai rumah”
Dave: “haha okay, untung sebentar lagi sampai”
Sheila: “loh ko lewat sini? Kamu tau rumahku?”
Dave: “rumahmu? Aku ngga tau, rumahku memang dikompleks ini”
Sheila: “hah? Kita satu kompleks dong?”
omongan sheila pun tidak dijawab karena sudah sampai didepan rumah dave...
Dave: “okey sheila sudah sampai” *mobilnya berhenti didepan rumah dave*
Dave pun turun duluan dan membukakan pintu mobilnya untuk sheila… sheila pun turun dengan wajah yang kaget… rumah dave sangat besaaaaar sekali, lebih besar dari rumah Justin dan ternyata rumah dave dengan rumahnya hanya bersebelahan gang saja.
Sheila: “jadi ini rumahmu?”
Dave: “iyaa… ayo masuk!”
Sheila: “ah? Okay…”
Dave dan sheila pun memasuki rumah dave, pada saat sheila masuk. Semua pertanyaan-pertanyaan yang ada diotak sheila mengenai dave itu adalah belieberboy atau bukan semuanya terbukti…
Pada saat pintu rumah dibuka sheila sudah disambut dengan lagu Justin Bieber – One Time dan disetiap meja pasti selalu ada majalah yang bercover Justin Bieber. Sheila sampai tercengang pada saat itu. Dave pun merasa malu dan langsung lari kearah radio LCD nya dan mematikan musik tersebut dan membereskan majalahmajalah yang berserakan dimeja. Karena sheila kaget dengan semua itu sheila langsung menanyakan hal itu kepada dave tanpa basa-basi.
Sheila: “hey dave aku gak percaya, aku masuk kerumahmu dan musiknya adalah one time, kamu punya adik perempuan ya dan dia adalah seorang belieber? Atau kamu belieberboy?”
Dave: “lagulagu justin bieber memang selalu terpasang dirumahku 24jam non-stop, kecuali kalau ada tamu baru aku mematikannya, dan aku tidak punya adik, aku anak tunggal, hhhmmm yeah aku BelieberBoy” *dave menjelaskan dengan perasaan yang agak malu*
Sheila: “OH MY GOSH” *sheila speechless*
Dave: “hahaha, but we’re still best friend right?”
Sheila: “HAH? Of course yes! I just can’t believe hahaha”
Dave: “hahaha okay, kamu belieber juga kan?”
Sheila: “hah? Hhhmmm yea” *sheila menjawab dengan wajah sedikit jutek*
Dave: “hahaha okaaay we’re Team Bieber!!”
Sheila: “hahahahaha yesyesyes” *dengan muka males*
Dave pun mengajak sheila kebelakang rumahnya, mereka duduk-duduk dipinggir kolam renang dan sesekali bercanda dengan mencipratkan air satu sama lain.
Gak kerasa udah jam 4 sore, sheila pun ingin segera pulang karena udah kangen banget sama rumah.
Sheila: “dave aku mau pulang”
Dave: “oh okay, ayo aku anterin ya”
Sheila: “hah? Kamu mau anterin aku? Okay!! Oia sepeda kuu!!”
Dave: “okay ayo kamu naik sepeda, aku naik skate board ku!”
Sheila: “ah? Okaay!!” *sheila wondering lagi soalnya dave benerbener sama kaya Justin
Dave pun nganterin sheila ngambil sepeda nya di garasi rumahnya.. sekalian dave juga mau mengambil skate board nya..
Sheila dan dave keluar melalui garasi rumah dave… sheila mengendarai sepedanya dan dave mengendarai skate board nya dengan santai.
Akhirnya sampai didepan rumah sheila, sheila pun mengajak dave untuk mampir dulu kerumahnya…
Sheila: “dave kamu mau masuk dulu? Aku kenalin ke orang tua ku ya?”
Dave: “um I really want it but sorry I can’t soalnya aku harus beresberes rumah, orang tua ku akan pulang jam 6 sore nanti”
Sheila: “hhmm okay, byeeeee hati-hati yaa”
Dave: “okay byeeee sheilaa…” *sambil meletakkan skate board nya ditanah
Sebelum dave pergi tiba-tiba ibu nya sheila keluar dari rumah dan melihat sheila yang sedang ngobrol sama dave. Ibunya sheila langsung memanggil sheila…
Ghina: “hey princess, finally you come home! Who’s that boy?” *sambil teriak*
Sheila: “oh it’s Dave mom!” *sambil teriak juga*
Ghina: “ah dave? okay, ajak masuk dulu ya honey” *dengan suara lembut
Sheila: “okay mom” *sambil ngelirik kearah dave* “ayolah dave, kamu masuk dulu ya, my mom want to know you!”
Dave: “hhhmm okay apa boleh buat come on!”
Sheila dan dave pun masuk kerumah sheila melalui garasi rumah sheila, karena sheila juga sekalian menaruh sepedanya disana…
Pada saat sheila sudah masuk ke rumah, ayah sheila yang sedang berjalan menuju sofa melihat sheila masuk ke rumah dan ayahnya pun menghampirinya…
George: “aw princess you are home! I missed you so much honey!” *sambil meluk sheila
Sheila: “I miss you too daddy!!!”
George: “wait.. wait.. I think I know who’s this guy!”
Sheila: “who’s him? Hahaha guess it!”
George: “I know you are Dave from Aaron family!” *sambil ngeliat kearah dave
Dave: “yeah you’re right, you are uncle George right?”
George: “yeah, hahaha how’s you daddy? kita udah lama gak ketemu semenjak reuni SMA 2 tahun lalu”
Dave: “my father is fine uncle but he’s so busy”
Sheila heran melihat ayahnya dan dave sangat akrab. Akhirnya sheila pun menanyakannya…
Sheila: “daddy, where did you know him?”
George: “dia anak temen daddy, dan daddy dulu sering banget main kerumahnya waktu rumahnya masih di sebelah gang rumah kita” *sambil nepuk pundak dave*
Sheila: “tapi dave memang tinggal disitu ko” *dengan wajah heran*
George: “loh dave bukannya kamu dan keluargamu pindah ke London?”
Dave: “iya 2 tahun lalu kita memang pindah ke London tapi kita semua kembali lagi ke Atlanta karena suasananya lebih enak disini”
George: “oh kalo gitu uncle bisa main kerumah mu lagi ya bertemu dengan ayahmu”
Dave: “of course yes” *dengan wajah ceria*
Tibatiba ibunya sheila menghampiri mereka yang sedang berbicara dan membawakan berita bagus…
Ghina: “heey guys! I have a great news! Btw hey dave, how are you?”
Dave: “I’m good aunt, what about you?” *sambil tersenyum*
Ghina: “aw me too! Okay sheila tadi gurumu nelfon kerumah kalau kamu mendapatkan nilai tertinggi pada ujian matematika kemarin. Mom and dad punya kejutan buat kamu”
Sheila: “hah aku dapat nilai tertinggi di matematika? OMG I CAN’T BELIEVE!!” *dengan wajah kaget sambil terharu* “apa hadiahnya mom?”
Ghina: “kita sekeluarga akan liburan ke Los Angeles selama 2 minggu, tapiiiiiiii….”
Sheila: “tapi apa?”
Ghina: “tapi mom mesen tiketnya kelebihan satu”
Sheila: “emangnya mom pesen berapa tiket?”
Ghina: “mom pesen 4 tiket”
George: “gimana kalo satu tiket lagi untuk dave?”
Sheila: “NAAAAH THAT’S A GOOD IDEA DADDY”
Ghina: “nah!! Okaaay that’s good! Kamu mau kan pergi sama kami dave?”
Dave: “ah? Hhmm I don’t know hehehe” *sambil flip-in rambutnya*
George: “ayolah dave, kamu nanti yang nemenin sheila jalan-jalan disana, I’ll call your father to give you a permission”
Ghina: “yeah that’s right dave!”
Sheila: “ayolah dave ayoooo kamu ikut aja, kamu nanti yang temenin aku” *sambil megang tangan dave*
Dave: “um okay, aku ikut tapi uncle george bener ya telfonin daddy ku?”
George: “okay I’ll call him now!!”
Ayah Sheila pergi ke kamarnya untuk mengambil handphone nya dan menelfon ayah Dave pada saat itu juga, dan ayah dave pun mengizinkan karena ayah dave dan ayah Sheila sudah bersahabat sejak lama dan sebenarnya mereka ingin mengenalkan anak mereka satu sama lain sejak lama, cuma dave keburu pindah ke London. Tapi akhirnya mereka sekarang bisa jadi sahabat.
Pada saat George selesai menelfon ayahnya dave, george langsung menghampiri Sheila dan dave yang sedang duduk disofa depan tv.
George: “dave, ayahmu mengizinkanmu untuk pergi dengan kita!” *dengan senyum lebar*
Dave: “hah? Yang bener uncle?”
Sheila: “are you sure dad?”
George: “of course YESS!!!”
Sheila: “OMG I’M SOOOOOOOOOOO HAPPY THANK YOU DADDY” *lari dan meluk ayahnya
Dave: “wow thank you very much uncle for everything!” *dengan nada kesenengan*
George: “hahaha gak apaapa dave, kamu sudah uncle anggap anak sendiri!”
Dave: “wow thank you” *sambil tersenyum
TO BE CONTINUED..
No comments:
Post a Comment