Part 7
Pada saat Justin membuka pintu kamar Sheila yang tidak terkunci itu Justin langsung terperanjak kaget dan dia berkata “WHAT THE HELL?” dia benarbenar tidak percaya apa yang ada didepan matanya sekarang…
Justin melihat seluruh kamar Sheila benarbenar seperti museum dirinya, karena di dinding kamar Sheila semuanya tertempel dengan poster Justin Bieber sampaisampai dinding kamar Sheila pun sudah tidak terlihat karena saking banyaknya poster itu baik berukuran besar sampai yang paling kecil. Justin benarbenar tercengang melihat pemandangan yang baru pertama kali dia liat, Justin sampe bengong dan diam ditempat karena dia ngerasa aneh dan senang tentunya.
Sheila keluar dari kamar mandi yang ada dikamarnya dengan menggunakan hot pants ungu dan t-shirt putih polos dengan rambut panjangnya yang masih agak basah. Sheila pun kaget karena Justin ada dikamarnya sedang berdiri ditengah-tengah kamarnya sambil memperhatikan seiisi kamarnya. Sheilla merasa sangat malu pada saat itu karena Sheila itu ternyata benerbener maniak Justin Bieber. Tapi itu dulu karena sekarang rasa maniak terhadap Justin Bieber itu sudah hilang, rasa maniak itu berubah menjadi rasa cinta yang tulus dan murni (asek bahasa gua).
Sheila langsung menghampiri Justin dan mereka pun mulai berbicara
Justin: -bengong ngeliatin seisi kamar Sheila-
Sheila: “hey Justin what happen to you?”
Justin: “no no I’m okay, I just shock about your bedroom WOW IT’S AMAZING!”
Sheila: “yeah but sorry Justin..”
Justin: “sorry for what babe? It’s amazing OMG I just can’t believe that you have so many posters of me” dengan suara bahagia banget
Sheila: “yeah I’m scared if you will think I’M JUST A CRAZY GIRL WHO GOT A BIEBER FEVER”
Justin: “every girls got a bieber fever hon”
Sheila: “but Justin wait! It’s different!”
Justin: “different?” dengan suara heran
Sheila: “yeah, aku dulu emang fans berat kamu sampe aku dibilang nggak waras karena rasa suka aku ke kamu itu udah over banget, tapi setelah aku ketemu kamu, ngobrol sama kamu rasa tergila-gila itu hilang, semuanya lenyap dan tergantikan dengan perasaan cinta yang tulus dan itu hanya untuk kamu, aku hanya takut kamu akan mikir aku itu seorang cewe yang hanya ingin menggunakan ke popularitasan kamu”
Justin: “oh honey. NO NO I never thinking about that, you are my girlfriend and I love you so much with all my heart so I never have a negative thinking at you” dengan suara memberi semangat
Sheila: “are you sure?” sambil mendekat kearah Justin
Justin: “yeah I’m sure”
Justin pun langsung memeluk Sheila dan mencium kening Sheila dengan kecupan yang hangat. Sheila pun merasa tenang sekali pada saat ada dipelukan Justin karena Sheila merasa pelukan Justin adalah pelukan yang paling nyaman setelah ayah dan ibunya.
Untuk pertama kalinya Justin pun memberanikan diri untuk mengajak Sheila ngedate keluar, akhirnya Justin pun menanyakan hal tersebut kepada Sheila..
Justin: “Sheila..”
Sheila: “yeah, why Justin?”
Justin: “gimana kalo nanti sore kita makan malem di McD? Tadinya aku mau ngajak kamu ke restaurant italia cuma aku takut nanti malah mengecewakan”
Sheila: “hah? Ke McD?” dengan suara kaget
Justin: “iya, kamu gamau ya? Maaf ya aku gabisa ngajak kamu ke restaurant mahal soalnya uangku ditahan mama ku karena dari kemaren aku beli sepatu terus hehehe”
Sheila: “AKU SENENG BANGET JUSTIN! Aku gabutuh restaurant mahal, dimanapun aku makan asalkan sama kamu aku pasti akan selalu ngerasa itu adalah restaurant mahal yang pernah ada” dengan suara seneng banget
Justin: “hah beneran?”
Sheila: “iyaaa beneran, okedeh aku gausah ganti baju yaa”
Justin: “iya gak apaapa kamu udah cute pake hot pants ungu itu hihi”
Sheila: “aaah thank you Justin” sambil meluk Justin dan nyium pipi Justin
Sheila pun mengajak Justin keluar dari kamarnya, mereka pun turun ke bawah berdua. Setelah sampai diluar rumah Sheila, Justin punya ide kalau dia dan Sheila akan naik skateboard untuk menuju ke McD.
Justin: “Sheila do you have a skateboard?”
Sheila: “of course I have! Sebentar ya aku ambil dulu”
Justin: “okedeh aku juga mau ambil skateboard ku, nanti kita ketemu lagi disini yaa”
Sheila: “okay Justin!”
Setelah mereka berdua sudah mengambil skateboard masingmasing mereka pun bertemu lagi didepan rumah Sheila…
Sheila: “hey Justin what do you think about my skateboard?”
Justin: “GOSH that’s cool I LOVE YOUR PURPLE SKATEBOARD!”
Sheila: “I love yours too, WOW aku gapercaya kalo skateboard kita warnanya sama”
Justin: “haha yeah purple is COOL”
Sheila: “yeah COOL, oke ayo kita jalan sekarang?”
Justin: “okaaay let’s goo!!!”
Justin dan Sheila pun mengendarai skateboard mereka masingmasing dengan pelanpelan terkadang mereka sambil bergandengan, dan tanpa disadari pada saat Justin dan Sheila sedang mengendarai skateboard mereka dengan santai, Justin merasa ada suara yang mencurigakan seperti sedang mengikutinya dari belakang. Suara itu makin keras terdengar, tetapi Sheila tidak mendengarnya karena Sheila sedang menggunakan headset.
Justin akhirnya mempercepat laju jalan skateboard nya sambil menggandeng tangan Sheila, Justin merasa suara itu makin keras terdengar, setelah Justin menengok kebelakang Justin sangat kaget sekali dan dugaannya pun benar. Justin dan Sheila telah diikuti seorang paparazzi yang mengendarai skateboard juga. Semakin cepat Justin mengendarai skateboard nya semakin cepat pula paparazzi itu mengikutinya. Akhirnya karena Justin takut kalau fotonya akan tersebar di internet bersama Sheila, Justin memutuskan untuk berbelok ke arah lain dan masuk ke gang gang yang sangat sempit sehingga paparazzi tersebut tidak bisa menemuinya, untung saja pada saat Justin mencoba untuk melarikan diri, Sheila sama sekali ngga komentar apaapa karena Sheila udah keasikan dengerin musik makanya Sheila jadi ikutin arus aja kemana Justin pergi LOL.
Justin pun memberhentikan skateboard nya dan duduk sejenak di trotoar jalan, Sheila pun ikut berhenti tetapi dia masih menggunakan headset nya dan masih asik mendengarkan musik. Setelah 5 menit beristirahat Justin langsung mengajak Sheila jalan lagi untuk menuju ke McD. Sepanjang jalan menuju Mcd, Justin tidak menemukan paparazzi dan dia merasa lega akan itu.
Akhirnya mereka pun sampai didepan Mcd, Sheila pun melepas headset nya dan menenteng skateboard nya masuk ke dalam Mcd sambil menggandeng Justin. Makanan pun sudah dipesan oleh Sheila, Justin hanya menunggu dikursi yang paling pojok belakang. Setelah makanannya sudah diantar yaitu 2 BigMc dan 2 cocacola Justin pun memakannya dengan perlahan, Sheila pun merasa heran pada saat itu karena Justin sama sekali ngga ngomong apaapa, Justin hanya diam dan kebanyakan bengong. Akhirnya Sheila pun ikut memakan BigMc nya dan setelah mereka berdua selesai makan, suasana pun tetap hening. Karena Sheila merasa aneh dengan Justin, Sheila pun menanyakannya…
Sheila: “Justin, what happen to you? You look so sad”
Justin: “ah, no no I’m okay”
Sheila: “just tell me the truth, what’s your problem?”
Justin: “um I’m okay Sheila” dengan suara agak sedih tapi berusaha untuk senyum
Sheila: “Justin, I know you hiding something! C’mon just tell me the truth!”
Justin: “oke aku kasih tau kamu, aku sekarang lagi takut kalau kita itu ketauan pacaran sama publik, aku gamau nanti malah kamu yang jadi bahan olokolokan mereka”
Sheila: “lho? Kamu ko bisa mikir sampe situ? Emangnya ada apaaa?” Sheila geregetan
Justin: “sebenernya tadi pas kita lagi naik skateboard kamu aku gandeng kenceng banget soalnya ada paparazzi ngikutin kita dari belakang, aku takut dia udah sempet ngambil gambar foto kita berdua aduh aku bisa dimarahin sama usher -_-”
Sheila: “ooohh kamu gandeng aku garagara ituuu, pantesan aku ngerasa tangan aku kaya kenceng banget pegangannya ternyata garagara itu, maaf ya tadi aku gasadar soalnya aku kalo udah dengerin musik kaya gitu.”
Justin: “iya gak apaapa babe, sekarang aku bingung kita pulang kerumah gimana aku takut ada paparazzi lagi”
Sheila: “AKU TAUUUU!!!”
Justin: “apaapaapa?”
Sheila: “gimana kalo aku minta dijemput sama pak jefri?”
Justin: “naaah ide bagus!!!”
Sheila: “okedeh aku telfon dia sekarang”
Sheila mengeluarkan hp nya dari saku celananya dan mulai menekan beberapa nomor, akhirnya dia pun menekan tombol “call” dan telfon pun diangkat. Dari kejauhan sana pak jefri mengangkat telfon dari Sheila…
Pak jefri: “iya non?”
Sheila: “pak bisa jemput saya ga?”
Pak jefri: “jemput dimana non? Kapan?”
Sheila: “sekarang, di Mcd tempat biasa aku beli BigMc”
Pak jefri: “ooh yang gak jauh dari rumah kan non?”
Sheila: “iyaa cepetan sekarang ya pak saya tunggu!”
Pak jefri: “oke non”
Pak jefri menekan tombol merah pada hp nya dan langsung lari ke garasi tempat mobil ungu Sheila disimpan, dan pak jefri pun sudah dijalan….
Justin benerbener stress pada saat itu dia takut kalo dia akan diomelin sama usher, soalnya paparazzi otomatis akan tau Justin itu ternyata punya rumah di Atlanta dan parahnya lagi Justin punya pacar cewe biasa bukan artis sama seperti dia.
Sheila hanya bisa ngerangkul Justin sambil ngomong “Justin jangan khawatir, aku minta maaf juga ya sama kamu garagara aku kamu jadi ketauan paparazzi. Coba tadi kita gak ke McD pasti semuanya gaakan jadi kaya gini” dan Justin hanya menjawab “ngga ini semua bukan salah kamu, kan aku yang ngajak kamu ke McD”.
Setelah kurang lebih 15 menit Justin dan Sheila menunggu, pak jefri pun datang dengan mobil jaguar ungu punya Sheila dengan foto Justin Bieber disisi kanan dan kiri mobilnya.
Tanpa basa-basi lagi Justin dan Sheila langsung membawa skateboard mereka masingmasing dan masuk kedalam mobil tersebut.
Pak jerfi: “oohh ada Justin juga non?”
Sheila: “iya pak”
Pak jefri: “non tadi kesini naik apa?”
Sheila: “aku naik skateboard, udah pak nanti aja ya pak ngomongnya saya pusing!”
Pak jefri: “iya non”
Justin hanya terdiam dan mikirin masalah tersebut, Justin ngerasa dia pasti akan dimarahi abisabisan sama usher dan akan dikasih hukuman sama scooter and mom pattie, dan Justin juga yakin Kenny yang tadinya super duper baik sama dia akan berubah jadi sosok yang galak yang ngga akan pernah memperhatikan Justin lagi.
Sheila merasa sedih sekali karena ngeliat Justin yang murung terus, Sheila bingung harus ngapain, akhirnya Sheila dan Justin hanya terdiam di keheningan didalam mobil Sheila.
---------------
Pak jefri langsung memberhentikan mobil persis didepan rumah Justin, Justin pun masih merenung mikirin masalah itu dan dia pun sampai tidak sadar kalo dia udah sampe depan rumahnya. Akhirnya Sheila memecahkan lamunan Justin…
Sheila: “hey Justin” sambil megang pundaknya Justin
Justin: “oh hey, udah sampai ya?”
Sheila: “kamu bengong terus aku jadi sedih”
Justin: “oooww jangan sedih babe, ini juga akan berlalu ko! Tenang aja ini semua salah aku jadinya kamu gaperlu ikutan sedih”
Sheila: “tapi… tapi… tapi…”
Justin: “sssttttt” sambil nempelin jari telunjuknya di bibir Sheila
Sheila: “okay, I always beside you Justin”
Justin: “thank you shawty”
Sebelum Justin turun dari mobil Sheila, Justin memeluk Sheila terlebih dahulu setelah itu mencium kening dan pipi Sheila, sambil berbisik “I LOVE YOU” di kuping Sheila. Pada saat itu Sheila merasa yakin kalo Justin akan baikbaik aja.
Justin pun turun dari mobil Sheila sambil melambaikan tangannya ke Sheila. Pada saat mobil sudah masuk garasi rumah Sheila, Sheila pun mencoba untuk melihat kearah rumah Justin, ternyata Justin sudah tidak ada didepan rumahnya, Justin sudah masuk kerumah.
Karena udah jam 09.00 malem Sheila memutuskan untuk langsung tidur tanpa mandi karena gak tau kenapa Sheila merasa sangat capek sekali pada saat itu.
-------------------
Pada saat Justin masuk kerumah, keadaan rumah masih normal seperti biasanya. Mom Pattie sedang nonton tv diruang tengah, Usher dan Scooter sedang berbicara mengenai konser Justin, dan Kenny pun sudah terlelap dalam mimpinya di sofa ruang tengah. Pada saat itu Justin merasa tenang dan biasa saja. Akhirnya Justin pun langsung menuju kamarnya dan langsung tertidur tanpa mengganti baju.
keesokan paginya Justin merasa tenang dan dia merasa seperti tidak ada apaapa, Justin pun langsung membuka pintu kamarnya dan segera turun kebawah, pada saat Justin sudah sampai dibawah Justin sangat kaget, kaget sekaget2nya, dia gapernah mikir kejadian kemaren akan menjadi separah ini…..
TO BE CONTINUED
No comments:
Post a Comment